alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Warga Sleman Diminta Waspada

Priyo Setyawan
Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Warga Sleman Diminta Waspada
Siswa SMPN 2 Pakem Sleman saat melakukan simulasi penangganan erupsi Gunung Merapi di halaman SMPN 2 Pakem, Senin (17/2/2020). FOTO/SINDOnews/PRIYO SETYAWAN

SLEMAN - Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun meminta masyarakat Sleman meningkatkan kewaspadaan pascameningkatnya aktivitas Gunung Merapi maupun hujan angin. Hal ini penting karena bencana tidak bisa diprediksi dan dihindari, sehingga harus ada literasi kebencanaan bagi masyarakat.

"Literasi kebencaaan ini penting, terutama guna meminimalisir jatuhnya korban, saat terjadinya bencana," kata Muslimatun saat mengukuhkan SMPN 2 Pakem sebagai Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), Senin (17/2/2020).

Muslimatun menjelaskan, ada dua implikasi ancaman kondisi Gunung Merapi saat ini, yakni jangka pendek dan jangka panjang. Ancaman jangka pendek yakni tumbuhnya kubah lava hingga mencapai volume kritis, kemudian longsor membentuk awan panas. Jangka pajang yaitu erupsi Gunung Merapi.



"Untuk mengantisipasinya ancaman jangka pendek, dengan melakukan sosialisasi kepada warga di wilayah paling rentan mengenai kondisi terkini Gunung Merapi dan simulasi peringatan dini. Adapun mitigasi jangka panjang dapat dilakukan dengan menegakkan peraturan terkait tata ruang wilayah berbasis mitigasi bencana sebagai telah diamanatkan oleh Undang-undang," katanya.

Hal yang sama diungkapkan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Joko Supriyanto. Ia mengatakan, untuk mengantisipasi bencana, maka harus mempunyai kemampuan mitigasi bencana. Untuk itu dengan adanya SPAB ini, diharapkan warga sekolah memiliki pengetahuan dan ketrampilan untuk melakukan mitigasi bencana jika dibutuhkan sewaktu-waktu.

"Unuk kejadian bencana di Sleman pada awal tahun 2020 telah terjadi 18 kejadian, 10 angin kencang dan delapan tanah longsor," katanya.



(amm)