alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Korban Meninggal Akibat Corona Tembus 1.770 Orang

Muhaimin
Korban Meninggal Akibat Corona Tembus 1.770 Orang
Seorang pekerja berjas pelindung berdiri di tengah salju untuk membantu mengangkut pasien Coronavirus baru di luar rumah sakit, di Wuhan, provinsi Hubei, China, 15 Februari 2020. Foto/China Daily via REUTERS

BEIJING - Wabah Coron makin menggila. Hingga pagi ini (17/2/2020) jumlah korban meninggal secara global akibat wabah virus Corona baru, Covid-19 sudah mencapai angka 1.770 orang. Jumlah kematian itu mencakup 1.765 orang di China dan lima lainnya di Jepang, Hong Kong, Taiwan, Filipina dan Prancis.

Untuk jumlah kasus atau orang yang terinfeksi secara global, seperti dikutip dari situs pelaporan worldmeters.info, mencapai 71.231, termasuk 70.450 di China. Jumlah pasien yang disembuhkan secara global 10.890, termasuk 10.761 pasien di China dan sisanya di berbagai negara.

Virus ini pertama kali muncul di Wuhan, Provinsi Hubei, China pada akhir Desember 2019. Hingga kini penyakit tersebut sudah menyebar di 29 negara



Angka kasus dan kematian terbaru ini muncul setelah 100 orang lagi meninggal di provinsi Hubei. Provinsi ini adalah wilayah yang terpukul parah karena jadi pusat penyebaran wabah Covid-19.

Dalam laporan hariannya, komisi Kesehatan Provinsi Hubei juga melaporkan 1.933 kasus baru. Peningkatan dari jumlah hari Minggu mengakhiri penurunan tiga hari berturut-turut dalam kasus-kasus baru.

Komisi kesehatan Hubei mengatakan jumlah total kasus di provinsi itu telah mencapai 58.182 pada akhir hari Minggu, dengan 1.696 kematian.

Hubei telah dituduh gagal menangani wabah sejak awal, sehingga memungkinkan penyebarannya. Para bos Partai Komunis baik Provinsi dan Kota Wuhan telah dipecat.

Otoritas kesehatan nasional China mengklaim wabah sudah mulai dikendalikan. Namun, kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus telah memperingatkan; "Tidak mungkin untuk memprediksi ke arah mana epidemi ini."

"Para pakar internasional telah tiba di Beijing dan mulai bertemu dengan rekan-rekan mereka di China mengenai epidemi ini," tulis Tedros di Twitter.



(nun)