alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Hadiah iPhone 11 Menanti Bagi Pemberi Info Keberadaan Harun Masiku

Rico Afrido Simanjuntak
Hadiah iPhone 11 Menanti Bagi Pemberi Info Keberadaan Harun Masiku
Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) menyiapkan dua buah Handphone (HP) iPhone 11 bagi yang bisa memberikan informasi keberadaan Harun Masiku dan Nurhadi. Foto/SINDOnews

JAKARTA - Eks Caleg Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Harun Masiku dan Eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi Abdurrachman masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO) atau buron. Terkait hal tersebut, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) menyiapkan dua buah Handphone (HP) iPhone 11.

Dua buah handphone itu akan diberikan kepada siapapun yang mampu memberikan informasi keberadaan Harun Masiku dan Nurhadi Abdurrachman. "MAKI akan memberikan hadiah HP Iphone 11 bagi siapapun yang mampu memberikan informasi keberadaan Harun Masiku atau Nurhadi sehingga informasi tersebut dapat digunakan untuk menangkap Harun Masiku atau Nurhadi oleh KPK," ujar Koordinator MAKI, Boyamin Saiman ketika dikonfirmasi SINDOnews, Minggu (16/2/2020).

Dia mengatakan, informasi dapat diberikan langsung kepada KPK atau kepolisian setempat atau kepada MAKI melalui nomor 081218637589. "Hadiah tersebut berlaku selamanya dan tidak terbatas termasuk informasi yang berasal dari aparat penegak hukum dan wartawan," ungkapnya.



Boyamin menambahkan hadiah terdiri dua iPhone 11 berlaku bagi masing-masing informasi hingga menjadikan Harun Masiku atau Nurhadi tertangkap. Dia melanjutkan, MAKI pernah melakukan sayembara berhadiah Rp10 juta untuk informasi keberadaan Setya Novanto pada tanggal 16 November 2017.

"Berhubung informannya tidak bersedia menerima hadiah maka uang Rp10 juta telah diserahkan kepada Yayasan Yatim Piatu," pungkasnya.

Adapun Harun Masiku merupakan salah satu tersangka kasus dugaan suap Pergantian Antar Waktu (PAW) Anggota DPR yang juga melibatkan Eks Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan. Sedangkan Nurhadi Abdurrachman merupakan tersangka kasus dugaan suap gratifikasi Rp46 Miliar.



(nun)