alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Relawan Greenpeace Semarang Gelar Aksi Peduli Populasi Penguin

Ahmad Antoni
Relawan Greenpeace Semarang Gelar Aksi Peduli Populasi Penguin
Relawan Greenpeace menggelar aksi damai peduli penguin di depan gedung DPRD Jateng, Semarang, Minggu (9/2/2020). FOTO : SINDOnews/Ahmad Antoni

SEMARANG - Sejumlah relawan Greenpace Indonesia Kota Semarang menggelar aksi damai di depan gerbang pintu gedung DPRD Jateng, Jalan Pahlawan Semarang, Jawa Tengah, Minggu (9/2/2020).

Dalam aksinya, mereka menggelar aksi teatrikal dan mengusung beragam poster ajakan untuk peduli terhadap populasi penguin. Relawan Greenpeace mendorong pemerintah agar secara aktif ikut serta dalam mewujudkan terbentuknya Perjanjian Laut Internasional (Global Ocean Treaty). Aksi serupa juga digelar di kota lainnya, di antaranya Jakarta, Makassar, Bandung, Pekanbaru, Yogyakarta, dan Padang.

Perlu diketahui, Greenpeace sedang berkampanye untuk sebuah kesepakatan global ambisius yang memungkinkan terciptanya jaringan suaka lautan, bebas dari aktivitas manusia yang berbahaya, yang menurut para ilmuwan perlu mencapai 30% lautan dunia pada tahun 2030 untuk memungkinkan populasi satwa liar di laut pulih.



“Kita aksi di sini ingin menyampaikan bahwa penguin di sana (antartika) sudah menurun populasinya seiring mencairnya es-es di antartika, karena perubahan iklim, pencemaran laut kayak sampah plastik , pengeboran laut dalam, penambangan laut itu salah satu faktor penyebab kerusakan laut kita,” kata Korlap Aksi, Mochammad Dafiq kepada SINDOnews.

“Pemerintah Indonesia harus ambil bagian dalam mewujudkan Perjanjian Laut Internasional. Sebagai bentuk keseriusan menyelamatkan serta melindungi laut Indonesia,” tegasnya.

Menurutnya, aksi damai yang digelar hari ini merupakan salah satu bentuk dorongan kepada pemerintah untuk berperan aktif dalam perjanjian laut internasional tersebut.

“Harapannya buat masyarakat Jateng khususnya Semarang, kita bisa lebih bijak lagi berhadapan dengan alam, karena alam tidak akan memberi kalau kita tidak pernah berbagi dan mengasihi. Jadi kita harus berpikir untuk planet kita bagaimana caranya bisa tetap lestari dan tidak rusak seiring berjalannya waktu ke depan,” pungkasnya.



(nun)