Pembunuh Bayaran Amankan Pesta Mewah Pernikahan Putri El Chapo

Selasa, 04 Februari 2020 - 10:30 WIB
Pembunuh Bayaran Amankan Pesta Mewah Pernikahan Putri El Chapo
Alejandrina Gisselle Guzman Salazar dengan suaminya Edgar Cazares (paling kanan). Foto/Instagram/The Guardian
A A A
CULIACAN - Bos kartel narkoba Sinaloa di Meksiko, Joaquín Archivaldo Guzmán Loera alias El Chapo saat ini tengah dipenjara di Amerika Serikat. Namun hal itu tak menghalanginya menggelar pesta mewah untuk pernikahan putrinya, Alejandrina Gisselle Guzman (38) dengan keponakan seorang pengedar narkoba, Edgar Cazares. Menariknya, mobil-mobil mewah lapis baja dan para pembunuh bayaran dari kartel narkoba menjadi pengaman acara tersebut.

Alejandrina dan pengantin pria Edgar Cazares tiba dengan SUV berlapis baja di sebuah katedral, tempat pernikahan berlangsung. Katedral yang berada di Culiacan, Meksiko ditutup untuk publik dengan pita kuning polisi seperti layaknya tempat kejadian perkara.

Pernikahan itu berlangsung pada 25 Januari 2020, sebagaimana ditulis surat kabar Mexico Reforma yang membuat judul utama; "Katedral dikunci untuk pernikahan putri El Chapo."

Foto dan video yang di-posting di media sosial menunjukkan pengantin wanita tiba di katedral Culiacan. Resepsi menampilkan musisi-musisi Meksiko yang populer dan pengantin baru menonton pertunjukan kembang api pribadi.

Bagi para pengamat Meksiko yang berpengalaman, pernikahan itu sekali lagi menawarkan pengingat yang tidak nyaman tentang pengaruh kejahatan terorganisir di banyak kantong di negara itu, karena kemampuannya untuk mengambil hati masyarakat luas dan hubungannya dengan gereja Katolik.

Hal ini juga mengingatkan orang Meksiko akan warisan El Chapo yang masih melekat di negara bagian Sinaloa, di mana kerajaan kriminalnya menyediakan pekerjaan dan amal narsis bagi banyak orang, dan anak-anaknya telah menggantikannya sebagai pemimpin kartel Sinaloa.

“Ini adalah pengingat betapa tertanam dan kuatnya keluarga Guzmán dalam masyarakat Sinaloa. Mereka secara efektif adalah bagian dari elite,” kata Falko Ernst, analis senior Meksiko untuk International Crisis Group, seperti The Guardian, Senin (3/2/2020).

"Mereka diperlakukan seperti itu oleh anggota elite lainnya, termasuk bagian dari gereja," ujarnya.
(amm)
Copyright © 2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
artikel/ rendering in 1.2015 seconds (0.1#10.140)