alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Antisipasi Kecurangan, Tes Seleksi CPNS Kota Salatiga Dijaga Ketat

Angga Rosa
Antisipasi Kecurangan, Tes Seleksi CPNS Kota Salatiga Dijaga Ketat
Salah seorang peserta tes seleksi CPNS Kota Salatiga saat registrasi kartu tes di panitia tes seleksi di Kantor Pemkot Salatiga, Senin (3/2/2020). Foto/SINDOnews/Angga Rosa

SALATIGA - Panitia penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kota Salatiga 2019 menerapkan penjagaan ketat dalam pelaksanaan seleksi kompetensi dasar (SKD) yang digelar di gedung Kantor Setda Kota Salatiga pada 3-5 Februari 2020. Ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya kecurangan dalam pelaksanaan tes SKD dengan sistem computer assisted test (CAT).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Salatiga Fakruroji mengatakan, tes SKD penerimaan CPNS Kota Salatiga 2019 dikuti 2.362 pelamar yang dinyatakan lolos seleksi administrasi. "Tes SKD dilaksanakan selama tiga hari, 3-5 Februari 2020. Setiap hari tes dibagi dalam empat gelombang yang dimulai pada pukul 08.00 WIB," kata Fakruroji, Senin (3/2/2020).

Fakruroji menjamin, pelaksanaan tes SKD bebas dari kecurangan. Pengamanan dilakukan secara berlapis, sehingga tidak ada celah bagi peserta tes untuk melakukan kecurangan. "Pemeriksaan dilakukan secara berlapis dan semua peserta tes tidak boleh membawa barang apapun selain kartu tes dan alat tulis. Tes SKD juga menggunakan sistem CAT, jadi tidak mungkin ada kecurangan," ujarnya.



Di sisi lain, Fakruroji mengimbau kepada semua pelamar penerimaan CPNS Kota Salatiga 2019 untuk tidak mempercayai siapa pun yang mengaku bisa meloloskan tes SKD maupun seleksi kompetensi bidang (SKB) yang rencananya akan diselenggarakan pada Maret 2020. "Jangan percaya dengan siapa pun, sekalipun itu pejabat yang mengaku bisa meloloskan pelamar diterima menjadi CPNS. Sebab seleksi penerimaan CPNS dilaksanakan secara transparan," katanya.

Sebagaimana diketahui, pada penerimaan CPNS 2019, Pemkot Salatiga mendapat kuota sebanyak 237 formasi. Ratusan formasi tersebut terdiri dari 92 formasi guru, 53 orang tenaga kesehatan dan 92 formasi tenaga teknis.



(amm)