alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Tanggul Sungai Sragi Jebol, Ratusan Rumah di Pekalongan Terendam Banjir

Suryono Sukarno
Tanggul Sungai Sragi Jebol, Ratusan Rumah di Pekalongan Terendam Banjir
Perangkat desa menunjukkan tanggul Sungai Sragi Lama yang jebol. Akibatnya ratusan rumah dan puluhan hektare sawah terendam. FOTO/iNews/SURYONO SUKARNO

PEKALONGAN - Ratusan rumah dan puluhan hektare sawah di Dukuh Rembun Kidul dan Cokrah, Desa Rembun, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan terendam banjir setelah tanggul Sungai Sragi lama jebol. Bangunan tembok sisi timur sungai yang berada di perbatasan Kabupaten Pekalongan dan Pemalang ambruk di beberapa titik sepanjang 200 meter akibat tak kuat menahan aliran kuat air.

Ketinggian banjir yang merendam rumah bervariasi antara 30-50 cm. Ketinggian air bahkan mencapai 1 meter menenggelamkan puluhan hektar lahan padi.

"Kondisi tanggul saat ini sudah sangat rapuh, beberapa bagian sudah retak dan sebagiannya lagi sudah jebol. Akibatnya, air mengalir deras dari Sungai Sragi Lama ke saluran irigasi dan pemukiman warga Desa Rembun," kata Ketua RW 1/RT 1 Dukuh Cokrah, Fathullah, Selasa (28/1/2020).



Banjir yang menggenangi Dukuh Cokrah diakibatkan hujan deras yang turun sejak hari dua hari lalu. Curah hujan yang tinggi membuat aliran air sungai menjadi deras, dan menyebabkan tanggul jebol. "Air masuk ke rumah warga dan akses jalan, hingga sekarang belum surut. Tidak ada warga yang mengungsi, tapi kondisi warga memerlukan makanan siap saji juga obat-obatan karena persediaan sudah habis," kata Fathullah.

Tanggul Sungai Sragi Lama sebenarnya sudah beberapa kali jebol. Bahkan warga sudah memperbaiki secara swadaya tapi jebol kembali. Pihak dukuh sudah melaporkan ke pemerintah desa juga pemerintah kabupaten tapi belum tanggapan. Fathullah berharap kepada pemerintah segera memperbaiki tanggul yang jebol.

Kaur Perencanaan Desa Rembun, Bambang Suroso mengatakan, perlu adanya normalisasi Sungai Sragi Lama. "Perlu segera normalisasi sungai, selain itu, tanggul yang jebol perlu diperbaik agar air luapan dari Sungai Sragi tidak kembali menggenangi pemukiman dan lahan sawah produktif ini," kata Bambang Suroso.

Akibat kebanjiran puluhan hektare lahan diperkirakan gagal panen. Data sementara, area persawahan yang terendam ada sekitar 30 hektare dengan usia taman sekitar satu sampai dua bulan.

Guna menanggulangi sementara tanggul yang jebol, pemerintah desa bersama warga menutup tanggul dengan pasir yang dimasukkan ke karung. Namun masih terlihat bocor beberapa titik sehingga air tetap mengalir dan menggenangi pemukiman serta sawah.



(amm)