alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Sapi Seharga Rp33 Juta Mati, Pemilik Pakai Alat Berat untuk Mengubur

Suharjono
Sapi Seharga Rp33 Juta Mati, Pemilik Pakai Alat Berat untuk Mengubur
Sebuah alat berat digunakan untuk mengubur seekor sapi yang mati di Gunungkidul. FOTO : IST

GUNUNGKIDUL - Hewan ternak warga di Gunungkidul setiap hari selalu ada yang mati. Bahkan warga Karangmojo bersama petugas terpaksa menggunakan alat berat untuk menarik bangkai hewan dari kandang dan mengubur sapi.

Sapi milik Mulyadi warga Dusun Rejosari, Desa Ngawis ini mati setelah beberapa hari sakit. "Awalnya tidak mau makan sudah disuntik dokter hewan namun tidak membaik dan kemarin mati. Padahal sampai cukup besar sehingga menggunakan alat berat untuk menarik dari kandang dsn dikubur," terang Camat Karangmojo Marwata Hadi kepada wartawan Minggu (26/1/2020).

Dijelaskannya sapi jantan jenis simental dengan harga Rp33 juta ini awalnya akan ditarik warga. Namun penyebaran antraks menjadikan warga takut bersinggungan langsung dengan hewan tersebut. Selain itu hewan tersebut cukup besar sehingga menyulitkan untuk mengubur.



"Bagaimana lagi akhirnya sapi ditarik dengan alat berat. Sekalian penguburan untuk menguruk tanah juga menggunakan alat berat malam harinya, "imbuhnya.

Sementara Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Veteriner Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Retno Widiastuti menerangkan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan semenisasi di tanah-tanah yang hasil uji laboratoriumnya positif antraks.

Langkah ini diambil agar spora dan bakteri antraks pada tanah tersebut tidak menyebar luas. "Beberapa titik di Padukuhan Ngrejek Wetan dan Kulon, Desa Gombang, Kecamatan Ponjong akan dilakukan tindakan ini," terangnya.

Menurutnya, spora antraks sangat berbahaya. Karena bisa hidup serta berkembang selama puluhan tahun lamanya. "Jadi semenisasi adalah bagian dari upaya untuk mencegah persebaran antraks," pungkasnya. (Baca juga : Jangan Takut, Daging Sapi Gunungkidul Aman Dikonsumsi)



(nun)