alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Pemuda Pancasila Bersihkan Lahan Pasar Rejosari

Angga Rosa
Pemuda Pancasila Bersihkan Lahan Pasar Rejosari
Sejumlah anggota MPC Pemuda Pancasila Salatiga saat membersihkan rumput dan tanaman liar lainnya di lahan Pasar Rejosari, Minggu (26/1/2020). Foto/SINDOnews/Angga Rosa

YOGYAKARTA - Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC PP) Salatiga kerja bhkati membersihkan tanaman liar yang tumbuh subur di lahan Pasar Rejosari, Minggu (26/1/2020). Kerja bhakti ini dilakukan karena lahan Pasar Rejosari yang lama mangkrak ini, dinilai sudah merusak estetika wajah Kota Salatiga.

Ketua MPC PP Salatiga Eko Niryogo mengatakan, lahan Pasar Rejosari sangat sudah berubah menjadi hutan lantaran tidak ada yang merawat. Kondisi ini sangat memperihatinkan, terlebih lokasinya berada di tengah Kota Salatiga sehingga merusak estetika Kota Salatiga.

“Jujur saja, kami risih dan prihatin melihat kondisi ini. Karena itu, kami kerahkan anggota untuk kerja bhakti membersihkan lahan Pasar Rejosari yang sudah berubah menjadi hutan ini,” katanya.



Dia mengatakan, kegiatan kerja bhakti ini, tidak ada muatan apapun. Ini murni kerja bhakti untuk membersihkan tanaman liar yang tumbuh subur di tanah kosong bekas bangunan pasar itu. “Ini murni bentuk kepedulian PP terhadap Salatiga. Selama ini, lahan Pasar Rejosari tidak ada yang merawat sehingga ditumbuhi tanaman liar. Karena itu, tergerak untuk membersihkannya,” ujar Eko.

Dia berharap, Pemkot Salatiga segera merealisasikan rencana revitalisasi Pasar Rejosari yang telah lama digulirkan agar pedagang bisa berjualan dengan nyaman dan roda perekoniman di pasar tersebut bisa bergerak lagi.

“Semestinya pemerintah bisa tegas dan bekerja optimal untuk merealisasikan pembangunan Pasar Rejisari. Namun yang terjadi, sampai saat ini tidak ada kejelasan kapan pasar akan dibangun,” ucapnya.

Eko menambahkan, MPC PP Kota Salatiga siap melakukan pendampingan hukum kepada pedagang apabila diminta. "Kami siap membantu pedagang. Kami juga memiliki divisi hukum yang siap memperjuangkan apa menjadi harapan para pedagang. Dan semua itu gratis," tandasnya.



(nun)