alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Usai Datangi Mako Brimob, Jenderal Gadungan Ditangkap Polisi

Suharjono
Usai Datangi Mako Brimob, Jenderal Gadungan Ditangkap Polisi
Satreskrim Polres Bantul berhasil menangkap jenderal gadungan di Bantul. FOTO/Humas Polres Bantul

BANTUL - Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Bantul menangkap Jat, (53) warga asal Kali Angke Cengkareng Jakarta Barat. Penangkapan tersebut dilakukan lantaran pelaku mengaku berpangkat Inspektur Jenderal (Irjen) dan telah melakukan supervisi di Markas Brimob Gondowulung Yogyakarta.

Kasatreskrim Polres Bantul AKP Rudi Prabowo mengatakan, penangkapan Jat ini berawal dari koordinasi dengan pihak Brimob yang telah didatangi pelaku dengan dalih berlibur sekaligus supervisi. Lantaran curiga dengan gerak gerik pelaku yang mengaku berpangkat Irjen ini, akhirnya koordinasi dilakukan. "Jat kami tangkap akhir pekan lalu (9/2) di Jalan Jendral Sudirman, Bantul," terangnya kepada wartawan Selasa (12/2/2019).

Dijelaskannya dari tangan pelaku polisi berhasil mengamankan senjata api ilegal jenis Glock 19 Gen 4 lengkap dengan 12 butir peluru dan dua buah magazinenya, satu buah kartu surat izin memegang senpi jenis Glock 19 kaliber 9MM atas nama Jat, kartu surat izin memegang senpi jenis HS kaliber 9MM atas nama tersangka, satu buah e-KTA Polri atas nama tersangka, satu buah KTA Polri lama atas nama tersangka, satu buah lencana warna hitam bertuliskan Badan Intelijen Negara Republik Indonesia, satu buah holster warna hitam dan satu buah handphone. "Setelah diteliti, ternyata Kartu Tanda Anggota (KTA) Polri itu palsu,"ucapnya.



Kepada petugas, tersangka mengaku mendapatkan senjata api ilegal dari seseorang seharga Rp60 juta. Kini Jat masih menjalani pemeriksaan secara intensif di Satreskrim, termasuk kemungkinan keterlibatan Jat dalam bertindak pidana dengan mengaku sebagai anggota polisi. "Tersangka kami jerat dengan Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang tindak pidana memiliki, menguasai, dan menggunakan senjata api tanpa izin dari yang berwenang," lanjutnya.

Ketika disinggung ancaman hukuman, Rudi mengaku pelaku diancam dengan hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya dua puluh tahun.



(nun)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif