alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Netralitas ASN dan Politik Uang Jadi Catatan Bawaslu untuk Pilkada Gunungkidul

Suharjono
Netralitas ASN dan Politik Uang Jadi Catatan Bawaslu untuk Pilkada Gunungkidul
Gelar kesiapan Bawaslu Gunungkidul menjelang Pilkada Gunungkidul . FOTO :SINDOnews/Suharjono

GUNUNGKIDUL - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Gunungkidul mulai menggelar kesiapan menjelang Pilkada. Salah satu titik pengawasan yang menjadi catatan adalah netralitas ASN serta politik uang.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DIY, Bagus Sarwono mengatakan, ada kemungkinan wakil bupati akan kembali berlaga di Pilkada. Dengan demikian, netralitas ASN menjadi catatan tersendiri.

Tidak hanya itu, permainan politik uang untuk menggalang dukungan calon bupati dan calon wakil bupati. Terlebih lagi kondisi ekonomi masyarakat terkait dengan kemiskinan.



“Kondisi kemiskinan masyarakat menjadikan peluang terjadinya politik uang makin tinggi,” terangnya saat menghadiri Gelar Kesiapan Pengawasan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati yang dilaksanakan oleh Bawaslu Gunungkidul, di Gunungkidul Rabu, (22/1/2020).

Dijelaskannya, selain incumbent, calon yang berlatar belakang sebagai ASN atau punya posisi penting di suatu OPD yang maju di Pilkada juga menjadi faktor-faktor terjadinya pelanggaran netralitas ASN. "Bawaslu Gunungkidul harus masif mensosialisasikan himbauan politik uang. Ini harus efektif menyasar masyarakat luas untuk itu bisa dibuat konten digital," ulasnya

Sementara, Ketua Bawaslu Gunungkidul, Is Sumarsono mengatakan, gelar kesiapan pengawasan pemilihan bupati dan wakil bupati merupakan upaya Bawaslu mewujudkan kesiapan pengawasan pelaksanaan Pilkada. Agenda juga dilanjutkan dengan me-launching lagu campursari jingle pengawasan. "Ini bentuk pendekatan pengawasan bernuansa budaya makanya kita siapkan lagu campursari," ulasnya.

Namun demikian agenda tersebut sempat emmebuta risih bupati Gunungkidul Badingah bersama forum pimpinan daerah. Ini lantaran ada tarian seksi di depan para pejabat dalam gelaran tersebut.



(nun)