alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Bayi Temuan di Tegalsari Sleman Diserahkan ke Dinas Sosial Sleman

Priyo Setyawan
Bayi Temuan di Tegalsari Sleman Diserahkan ke Dinas Sosial Sleman
Kapolsek Ngemplak Kompol Wiwik Haritulasmi menyerahkan bayi yang ditemukan di Tegalsari, Umbulmartani, Ngemplak, Sleman kepada Dinsos Sleman, di Puskesmas Ngemplak 1, Rabu (22/1/2020). Foto/SINDOnews/Priyo Setyawan

SLEMAN - Polsek Ngemplak, Sleman menyerahkan bayi yang ditemukan di tepi jalan Dusun Tegalsari, Umbulmartani, Ngemplak, Sleman ke Dinas Sosial (Dinsos) Sleman d Puskesmas Ngemplak 1, Rabu (22/1/2020). Bayi cantik itu diserahkan Kapolsek Ngemplak Kompol Wiwik Haritulasmi kepada Sekretaris Dinsos Sleman Epiphana Kristiyani.

Bayi berjenis kelamin perempuan itu diberi nama Cantika Putri Winingsih. Nama itu dipilih karena bayi berjenis kelamin perempuan dan cantik, sedangkan Winingsih gabungan nama Kapolsek Ngemplak Wiwik Heritulasmi dan Camat Ngemplak Siti Wahyu Purwaningsih.

Kapolsek Ngemplak Kompol Wiwik Heritulasmi mengatakan dasar penyerahan temuan bayi ini sesuai dengan aturan yang berlaku, yaitu Pasal 34 UUD 1945, UU No 4/1979 tentang Kesejahteraan Anak, UU No 11/2009 tentang Kesejahteraan Sosial, UU No 13/2012 tentang Perlindungan Anak dan surat Reskrim Polsek Ngemplak, B/VI/1/2020 reskrim tentang temuan bayi terlantar. Penyerahan bayi untuk memastikan tumbuh kembang anak baik dan meminimalisir banyaknya permohonan masyarakat yang ingin mengadopsi.



"Dengan diserahkan ke Dinsos bayi akan mendapatkan perawatan yang lebih baik lagi," kata Wiwik saat penyerahan bayi, Rabu (22/1/2020). (Baca juga: Tega, Pemotor Tinggalkan Bayi Cantik di Pinggir Jalan Dusun)

Wiwik menjelaskan, sesuai prosedur, sebelum diserahkan ke Dinsos, bayi temuan dibawa ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan, sebelum dibawa ke Puskesmas utama. Setelah kondisinya baik, kemudian diserahkan ke Dinsos untuk parawatan selanjutnya.

"Meski sudah diserahkan ke Dinsos, kami berharap bayi itu dapat dirawat di Balai Rehabilitasi Sosial dan Pengasuhan Anak (BRSPA) Bimomartani. Sehingga masih bisa memantauan perkembanganya," katanya.

Hal yang sama diungkapkan Camat Ngemplak Siti Wahyu Purwaningsih. Menurutnya, penyerahan bayi temuan ini ke Dinsos agar mendapat perawatan yang lebih baik dan tidak terlantar serta jika ada yang mengadopsi benar-benar menyayangi dan mencintainya. Termasuk jika orang tua bayi berubah pikiran dan akan mengasuhkan tetap dipersilakan.

"Saya yakin saat ini kondisi orang tua tertekan. Sehingga kekhilafan ini bisa menjadi pelajar. Anak itu titipan Allah harus diasuh dengan baik," katanya.

Kepala Puskesmas Ngemplak I, Seruni Anggreni Susila menjelaskan, bayi yang ditemukan diperkirakan baru dilahirkan, sekitar 12 jam sebelum ditemukan. Proses kelahiran normal tanpa pertolongan medis. Hal ini dapat dilihat dari rembesan darah dari tali pusar seperti baru bekas dipotong, yang hanya ditutupi dengan kapas tidak diikat.

Seruni juga menyampaikan selama dirawat di Puskesmas Ngemplak I, bayi itu mendapatkan nutrisi yang maksimal. Dia diberikan ASI karena dua dokter di Puskesmas Ngemplak, dr Nurul dan drg Fatma, kebetulan sedang menyusui anaknya.

"Saat mengalami hipotermi (kedinginan) juga mendapat pelukan langsung, tidak diinkubator, sehingga tetap mendapatkan kasih sayang," katanya.

Sekertaris Dinsos Sleman, Epiphana Kristiyani menjelaskan, sesuai SOP, bayi tersebut akan diserahkan kepada Dinas Sosial DIY. Selanjutnya Dinsos DIY akan menunjuk lembaga untuk merawat bayi tersebut selama proses adopsi dan sesuai permintaan bisa dirawat di BRSPA Bimomartani.

Menurutnya jika ada yang berminat untuk mengadopsi bisa menghubungi Dinsos DIY. Adapun syarat-syarat di antaranya pemeriksaan kesehatan lengkap, menyerahkan surat permohonan untuk mengadopsi serta melengkapi administrasi seperti KTP dan KK. Selain itu juga dilihat kesungguhan orang tua yang akan mengadopsi anak tersebut.

"Yang penting dari proses adopsi ini kami akan mengutamakan atau sesuai dengan aturan yaitu calon orang tua angkat yang belum mempunyai anak dengan usia maksimal 55 tahun dan secara ekonomi memang layak untuk merawat anak tersebut," katanya.



(amm)