alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Potensi Wisata-Ikan Luar Biasa, Pantai Nampu Minim Akses Jalan

Suharjono
Potensi Wisata-Ikan Luar Biasa, Pantai Nampu Minim Akses Jalan
Anggota Komisi D DPRD DIY, Imam Taufik saat meninjau Jalur menuju Pantai Nampu, Kecamatan Girisubo, Gunungkidul. FOTO : SINDOnews/Suharjono

GUNUNGKIDUL - Para nelayan di Pantai Nampu di Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo berusaha keras untuk memudahkan akses menjual hasil tangkapan ikan. Namun demikian hingga saat ini harapan memiliki akses jalur nelayan masih jauh panggang dari api.

Ketua nelayan Mina Bahari Pantai Nampu, Sunu Handaka mengungkapkan, saat ini 26 nelayan di Pantai Nampu menggunakan jasa membawa hasil tangkapan ke sisi atas pantai. Minimnya akses jalan menjadikan mereka harus mengeluarkan lebih banyak dana untuk operasional.

"Kami berharap pemerintah membantu kami dengan akses jalan bagi nelayan. Ini sangat vital bagi kami," tuturnya saat menerima kunjungan Anggota Komisi D DPRD DIY Imam Taufik di kompleks Pantai Nampu, Jumat (17/1/2020).



Dijelaskannya, selama ini nelayan menggunakan akses jalan darurat yang cukup curam. Meskipun sudah ada jalur cor blok sepanjang 150 meter, namun masih ada jalur dengan panjang sekitar 250 meter yang harus dibangun. "Jadi dari bibir pantai masih jalur pematang. Kalau musim hujan sulit dilalui," imbuhnya.

Selain itu dia juga berharap ada normalisasi jalur sehingga tidak membahayakan masyarakat. Selama ini jalur yang sudah dibuat cor blok cukup curam. Untuk itu besar harapan para nelayan akses jalur juga diperhatikan pemerintah. "Kalau bisa menggunakan dana keistimewaan kami bersyukur sekali," ucap Sunu diamini beberapa nelayan.

Hal senada disampaikan Petugas Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul yang bertugas di Pantai Sadeng dan Wediombo, Rubiyanto. Potensi ikan di pantai Nampu kata dia cukup besar. Namun demikian nelayan tidak bisa maksimal melaut karena jalur menuju pantai sangat sulit.

"Jika dihitung sehari lebih dari 500 kg tangkapan ikan bisa diperoleh nelayan. Namun jalur jalan sulit menjadikan nelayan tidak maksimal melaut. Karena untuk turun ke pantai sulit, kemudian membawa hasil tangkapan ke TPI juga sulit," ulasnya.

Menanggapi hal ini Anggota Komisi D DPRD DIY, Imam Taufik mengaku akan membawa masalah tersebut dalam pokok pokok pikiran di DPRD."Ada beberapa mekanisme yang akan dicoba untuk memberikan manfaat bagi masyarakat di pantai Nampu. Mudah-mudahan bisa masuk anggaran di 2021 atau di perubahan 2020. Karena ini sangat penting," ungkap politisi PKS ini.

Diapun meminta beberapa catatan panjang serta lebar jalur. Selain itu juga titik pasti sehingga Pemda DIY tidak keliru dalam menjalankan program. "Kita minta kejelasan lokasi, termasuk RT /RW Dusun dan desa," pungkasnya.Para nelayan di Pantai Nampu di Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo berusaha keras untuk memudahkan akses menjual hasil tangkapan ikan. Namun demikian hingga saat ini harapan memiliki akses jalur nelayan masih jauh panggang dari api.

Ketua nelayan Mina Bahari Pantai Nampu, Sunu Handaka mengungkapkan, saat ini 26 nelayan di Pantai Nampu menggunakan jasa membawa hasil tangkapan ke sisi atas pantai. Minimnya akses jalan menjadikan mereka harus mengeluarkan lebih banyak dana untuk operasional.

"Kami berharap pemerintah membantu kami dengan akses jalan bagi nelayan. Ini sangat vital bagi kami," tuturnya saat menerima kunjungan Anggota Komisi D DPRD DIY Imam Taufik di kompleks Pantai Nampu, Jumat (17/1/2020).

Dijelaskannya, selama ini nelayan menggunakan akses jalan darurat yang cukup curam. Meskipun sudah ada jalur cor blok sepanjang 150 meter, namun masih ada jalur dengan panjang sekitar 250 meter yang harus dibangun. "Jadi dari bibir pantai masih jalur pematang. Kalau musim hujan sulit dilalui," imbuhnya.

Selain itu dia juga berharap ada normalisasi jalur sehingga tidak membahayakan masyarakat. Selama ini jalur yang sudah dibuat cor blok cukup curam. Untuk itu besar harapan para nelayan akses jalur juga diperhatikan pemerintah. "Kalau bisa menggunakan dana keistimewaan kami bersyukur sekali," ucap Sunu diamini beberapa nelayan.

Hal senada disampaikan Petugas Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul yang bertugas di Pantai Sadeng dan Wediombo, Rubiyanto. Potensi ikan di pantai Nampu kata dia cukup besar. Namun demikian nelayan tidak bisa maksimal melaut karena jalur menuju pantai sangat sulit.

"Jika dihitung sehari lebih dari 500 kg tangkapan ikan bisa diperoleh nelayan. Namun jalur jalan sulit menjadikan nelayan tidak maksimal melaut. Karena untuk turun ke pantai sulit, kemudian membawa hasil tangkapan ke TPI juga sulit," ulasnya.

Menanggapi hal ini Anggota Komisi D DPRD DIY, Imam Taufik mengaku akan membawa masalah tersebut dalam pokok pokok pikiran di DPRD."Ada beberapa mekanisme yang akan dicoba untuk memberikan manfaat bagi masyarakat di pantai Nampu. Mudah-mudahan bisa masuk anggaran di 2021 atau di perubahan 2020. Karena ini sangat penting," ungkap politisi PKS ini.

Diapun meminta beberapa catatan panjang serta lebar jalur. Selain itu juga titik pasti sehingga Pemda DIY tidak keliru dalam menjalankan program. "Kita minta kejelasan lokasi, termasuk RT /RW Dusun dan desa," pungkasnya.



(nun)