alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Aneh, Pemuda Yogya Merasa Puas Usai Pamerkan Kemaluan ke Mahasiswi

Priyo Setyawan
Aneh, Pemuda Yogya Merasa Puas Usai Pamerkan Kemaluan ke Mahasiswi
Petugas memperlihatkan tersangka tindak asusila di Mapolsek Umbulharjo, Yogyakarta, Jumat (17/1/2020). FOTO/SINDOnews/PRIYO SETYAWAN

YOGYAKARTA - Warga Muja-Muju, Umbulharjo, Yogyakarta, SW (29) harus berurusan dengan pihak berwajib, setelah melakukan tindak susila kepada seorang mahasiswi di daerah Glagahsari, Warungboto, Umbulharjo, Yogyakarta. Atas perbuatannya tersebut SW sekarang mendekam di Mapolsek Umbulharjo, Yogyakarta.

Kapolsek Umbulharjo, Kompol Alaal Prasetyo mengatakan, terungkapnya kasus ini berawal saat warga Kebumen berinisial DRZP (18), mahasiswa di Yogyakarta sedang berjalan menuju tempat kos temannya di Glagahsari, Warungboto, Senin (13/1/2020) pukul 14.30 WIB.

Sesampainya di depan kos temannya, di tempat itu ada seseorang duduk di atas motor matic AB 3741 LA. Melihat DRZP, SW kemudian bertanya alamat kos. Tanpa menaruh curiga, DRZP menjawab pertanyaan SW.



Bersamaan itu, tiba-tiba SW membuka resleting celana yang dipakai dan mengeluarkan kemaluanya di depan DRZP. Karena jarak hanya sekitar 50 centimeter. DRZP langsung berteriak sambil masuk ke dalam rumah kos temannya.

SW langsung meninggalkan lokasi kejadian. Namun warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung mengejar dan menangkap SW serta menyerahkan pelaku ke Polsek Umbulharjo. "S hanya mengeluarkan saja, tidak sampai melakukan tindakan pada DRZP," kata Alaal, Jumat (17/1/2020).

Tindakan SW ini bukan yang pertama. Dia dua kali melakukan hal serupa pada November 2019 di Kampus UST dan UAD. "SW sendiri dijerat dengan Pasal 281 tentang melanggar kesusilaan di depan umum dengan ancaman kurungan 2 tahun 8 bulan penjara," katanya.

Kanit Reskrim Polsek Umbulharjo Iptu Nuri Aryanto menambahkan, dari hasil pemeriksaan, SW melakukan tindakan itu karena merasa mendapatkan kepuasan. Karena itu polisi akan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk mengenai kejiwaannya. "Kita akan koordinasi apakah pelaku ini mengidap gangguan jiwa atau tidak," katanya.



(amm)