alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

BPOM Semarang Ajak Masyarakat Budayakan Minum Jamu

Ahmad Antoni
BPOM Semarang Ajak Masyarakat Budayakan Minum Jamu
Sekdra Provinsi Jateng Sri Puryono (bertopi hitam) dan Kepala Balai Besar POM Semarang Safriansyah beserta jajarannya minum jamu bersama di arena CFD Jalan Pahlawan, Semarang, Minggu (10/2/2019). FOTO : SINDOnews/Ahmad Antoni

SEMARANG - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (POM) Semarang mengajak masyarakat, instansi pemerintah, dan swasta untuk membudayakan minum jamu.

Menurut Kepala Balai Besar POM Semarang, Safriansyah, manfaat minum jamu selain menjaga tubuh tetap bugar, budaya minum jamu juga mendukung tumbuhnya usaha jamu lokal.

“Untuk instansi pemerintah maupun swasta, kami mengimbau kiranya minum jamin secara rutin dilakukan sehabis kegiatan senam pagi setiap hari Jumat,” kata Safriansyah dalam kegiatan peringatan HUT ke-18 BPOM di arena car free day (CFD) Jalan Pahlawan, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (10/2/2019).



“Selain memelihara kesehatan, juga membantu menumbuhkan usaha jamu gendong di Jateng dan usaha jamu pada umumnya,” katanya.

Sementara, Sekda Provinsi Jateng Sri Puryono juga berpesan agar masyarakat selalu cermat dalam memilih obat, jamu, dan produk lainnya yang akan dikonsumsi. Dan pastikan telah tercantum izin BPOM dalam kemasan produk tersebut.

“Hati-hati dalam mengkonsumsi jamu maupun makanan. Harus ada izin dari Badan POM supaya ada kontrol terhadap kesehatan kita,” ujar Sri Puryono.

Menurutnya, kekayaan tanaman herbal yang dimiliki Jawa Tengah, sering dimanfaatkan sebagai obat tradisional atau jamu. Dia mencontohkan, sebelum ada produk minyak semasa kecil, para ibu seringkali mengobati gejala masuk angin putra-putrinya dengan bawang merah yang ditumbuk. Meskipun tradisional, cara itu ternyata cukup ampuh untuk membuat tubuh anak kembali sehat.

“Saat masih kecil, sebelum ada minyak telon atau kayu putih, kalau kita masuk angin ibu kita biasanya cukup boboki bawang merah supaya badan hangat. Jamu herbal kita juga banyak. Jamu Jateng gayeng warisan budaya, kebanggaan Jawa Tengah, kebanggaan bangsa kita, mari kita uri-uri jamu,” ajaknya.

Di sisi lain, Sri Puryono juga mengajak masyarakat untuk memastikan lingkungan di sekitar tempat tinggalnya tidak menjadi sarang nyamuk. “Lakukan operasi jentik nyamuk dan 3M plus untuk mencegah terjangkitnya virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti,” pinta dia.



(nun)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif