alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Dishub Petakan Daerah Rawan Macet Dampak Proyek Flyover Purwosari

Ary Wahyu Wibowo
Dishub Petakan Daerah Rawan Macet Dampak Proyek Flyover Purwosari
Kawasan Tugu Lilin di perbatasan Solo dan Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo yang rawan macet saat pengalihan arus lalulintas dalam pembangunan Flyover Purwosari di Kota Solo. Foto: SINDOnews/Ary Wahyu Wibowo

SOLO - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukoharjo memetakan arus lalulintas di wilayahnya yang bakal terdampak proyek flyover Purwosari di Kota Solo. Akibat penutupan perlintasan kereta api (KA) Purwosari saat proyek jalan layang berlangsung, kawasan Tugu Lilin, Underpass Makamhaji, Bundaran Dlopo-Langenharjo, Kadilangu hingga Baki diprediksi terjadi kemacetan.

Kabid Lalulintas Dishub Sukoharjo Ahmad Saryono mengatakan, hasil koordinasi dengan Dishub Solo dan instansi terkait, disepakati pengalihan arus lalulintas selama proyek jalan layang Purwosari.

“Yakni kawasan Makamhaji atau sepanjang Jalan Slamet Riyadi Kartasura hanya dilalui kendaraan pribadi mobil dan roda dua. Baik dari wilayah Pajang, Laweyan menuju Jalan Slamet Riyadi Kartasura,” kata Ahmad Saryono, Minggu (12/1/2020).



Kecuali kendaraan berat pabrik yang berada di kawasan Kartasura diperbolehkan melintas di Jalan Slamet Riyadi. Pengalihan arus guna memecah kepadatan lalu lintas di kawasan Tugu Lilin serta Underpass Makamhaji. Sedangkan bus AKDP dari Wonogiri/Sukoharjo menuju Terminal Tirtonadi Solo dialihkan dari Jembatan Bacem ke Gemblegan, lalu melintas kawasan perkotaan di Kota Solo.

Sedangkan kendaraan berat seperti truk dialihkan dari jembatan Bacem ke Langenharjo, Dlopo, Kadilangu hingga Baki dan Pakis, Klaten. “Pengalihan arus lalulintas akan diberlakukan sekitar awal Februari. Kepastiannya masih menunggu koordinasi lanjutan dengan Dishub Solo," katanya. Pengalihan arus lalulintas yang ditetapkan berubah dari rencana sebelumnya melewati Makamhaji.

Secara otomatis kawasan rawan padat lalulintas meluas tidak hanya di Tugu Lilin dan Underpass Makamhaji. melainkan ke wilayah lain seperti bundaran Dlopo-Langenharjo, Kadilangu dan Pasar Baki. Namun demikian, potensi kepadatan paling rawan terjadi di kawasan Kadilangu. Sebab terdapat simpang tiga dengan kondisi jalan relatif sempit.

Untuk itu, pihaknya menghimbau masyarakat lokal, terutama kendaraan pribadi untuk menghindari jalan-jalan yang berpotensi macet. Jalan-jalan alternatif bisa menjadi pilihan. Saat ini Dishub Sukoharjo mulai menyiapkan rekayasa lalulintas guna mengantisipasi kepadatan kendaraan. Mulai dari menempatkan petugas, memasang rambu hingga water barier di lokasi rawan macet.

Informasi terkait pengalihan arus lalulintas juga akan disebar. Sebelum diberlakukan pengalihan arus, terlebih dahulu dilaksanakan simulasi bersama Dishub Solo. Simulasi paling lambat sepekan sebelum proyek berjalan. Hasil simulasi menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan rekayasa lalulintas selama proyek berjalan.



(nun)