alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

1.272.655 Siswa Siap Mengikuti SNMPTN

KORAN SINDO
1.272.655 Siswa Siap Mengikuti SNMPTN
ebanyak 1.272.655 siswa telah melakukan pendaftaran akun LTMPT. Mereka siap mengikuti SNMPTN 2020. FOTO/ILUSTRASI/ISTIMEWA

JAKARTA - Sebanyak 1.272.655 siswa telah melakukan pendaftaran akun Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). Mereka akan mengikuti jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) untuk bersaing memperebutkan kursi perguruan tinggi negeri (PTN).

Berdasarkan data dari LTMPT hingga akhir penutupan pendaftaran akun LTMPT tercatat secara resmi sekolah yang telah memiliki akun aktif sebanyak 23.073 dan sekolah yang telah memiliki data permanen sebanyak 19.662.

Sementara jumlah siswa yang memiliki akun aktif sebanyak 1.375.381 dan siswa yang telah permanen data sebanyak 1.272.655. "Terima kasih dan selamat kepada sekolah dan siswa yang telah permanen data," ujar Ketua LTMPT Mohammad Nasih kepada KORAN SINDO di Jakarta, Jumat (10/1/2020).



Rektor Universitas Airlangga (Unair) Surabaya ini berharap siswa dan sekolah segera mempersiapkan diri untuk proses pendaftaran mahasiswa baru yang selanjutnya, yakni pengisian data Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS). Tahapan ini berupa pengisian rekam jejak kinerja sekolah dan prestasi akademik siswa secara lengkap dan benar. Selain itu, PDSS juga berisi data pendaftaran SNMPTN untuk siswa yang telah memenuhi syarat administrasi.

Nasih menjelaskan SNMPTN adalah salah satu jalur penerimaan mahasiswa baru berdasarkan hasil penelusuran prestasi akademik dan/atau portofolio calon mahasiswa. Kuota daya tampung setiap program studi yang disediakan untuk calon mahasiswa baru yang mengikuti SNMPTN ditetapkan paling sedikit 20% dari daya tampung program studi yang bersangkutan.

Berdasarkan jadwal yang telah dibuat LTMPT, jadwal pengisian PDSS dimulai pada 15 Januari hingga 8 Februari. Pendaftaran SNMPTN akan dimulai pada 11–25 Februari. “Kami mengimbau agar sekolah dan siswa mencermati tahapan tersebut sesuai dengan jadwal yang ditetapkan,” katanya.

Nasih mengungkapkan, bagi sekolah dan siswa yang belum permanen data serta belum memiliki akun LTMPT masih terbuka kesempatan untuk mendaftar akun serta permanen data. Proses lanjutan ini diperlukan untuk keperluan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) ataupun Seleksi Bersama Masuk PTN (SBMPTN). “Tetap semangat dan mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya,” pesannya.

Nasih mengatakan, jumlah sekolah dan siswa yang telah melakukan permanen data tahun ini melebihi jumlah sekolah dan siswa yang mengisi PDSS pada 2019. Dia menuturkan, pada 2019 jumlah sekolah yang mengisi data PDSS sebanyak 18.208, sedangkan yang finalisasi hanya 14.888 sekolah.

Sementara jumlah siswa yang terverifikasi otomatis di PDSS pada tahun lalu berjumlah 1.192.093. Diketahui, baru tahun ini LTMPT memulai proses penerimaan mahasiswa baru dengan wajib mendaftar akun LTMPT.

Nasih pun mengimbau agar lembaga tes masuk yang menjunjung tinggi layanan yang kredibel, adil, dan transparan ini dapat melayani sekolah ataupun siswa dengan baik, maka dia meminta kerja sama dari semua pihak.

“Diharapkan kerja samanya dengan menyiapkan data secara lengkap dan akurat serta tidak menjadi deadliner, yakni mengisi dan memproses pada hari-hari terakhir yang menyebabkan penumpukan arus dan antrean berjubel,” tuturnya.

Diketahui, jalur penerimaan mahasiswa baru Program Sarjana pada PTN dilakukan melalui SNMPTN berdasarkan hasil penelusuran prestasi akademik dan/atau portofolio calon mahasiswa dan SBMPTN dilakukan berdasarkan hasil UTBK yang terdiri atas Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Kompetensi Akademik (TKA) serta kriteria lain yang disepakati PTN.

Selain penerimaan mahasiswa baru melalui SNMPTN dan SBMPTN, PTN dapat melakukan seleksi mandiri di mana dapat menggunakan nilai hasil UTBK. Kuota daya tampung setiap program studi SNMPTN paling sedikit 20% dari daya tampung program studi yang bersangkutan. Adapun kuota SBMPTN ditetapkan paling sedikit 40%. Sementara kuota setiap program studi yang disediakan untuk calon mahasiswa baru yang mengikuti seleksi mandiri ditetapkan paling banyak 30%.



(amm)