alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Sudirman Said: Korupsi Merajalela Karena Tidak Ada Kepala Negara

Ahmad Antoni
Sudirman Said: Korupsi Merajalela Karena Tidak Ada Kepala Negara
Ketua Institut Harkat Negeri (IHN), Sudirman Said menyebut korupsi makin merajalela karena tidak ada kepala negara yang mengatur kehidupan bernegara. FOTO/IST

BREBES - Korupsi makin merajalela karena tidak ada kepala negara yang mengatur kehidupan bernegara. Ketua Institut Harkat Negeri (IHN), Sudirman Said menyatakan hal itu dalam diskusi dengan tema Korupsi dan Kepemimpinan Nasional di Padepokan Sudirman Said di Desa Slatri, Kecamatan Larangan, Brebes, Jawa Tengah, Minggu (23/12/2018).

"Kita punya presiden tapi tidak memiliki kepala negara. Jadi tidak ada yang mengatur kehidupan bernegara," kata Sudirman dalam diskusi yang juga dihadiri Rocky Gerung, Bambang Widjajanto, dan Said Didu itu.

"Presiden banyak mengurusi infrastruktur. Ngurusi semen. Ngurusi hal-hal yang remeh temeh. Sehingga hal-hal besar, seperti pemberantasan korupsi tidak tersentuh," ujarnya.



Sudirman juga menyoroti soal kegiatan presiden yang banyak melakukan peresmian proyek infrastruktur dan foto-foto. Juga soal bagi-bagi sertifikat kepada masyarakat. (Baca juga: Tetap di Jateng, Sudirman Said Dirikan Padepokan di Brebes)

"Kalau kerjanya foto-foto, bagi-bagi sertifikat, kapan ngurus negaranya. Kalau bagi-bagi sertifikat serahkan saja kepada Pak Lurah. Terlalu berharga waktu Presiden kalau hanya keliling ke mana-mana membagikan sertifikat," ujarnya.

Sementara Said Didu menjelaskan, proyek infrasruktur ada dua jenis. Pertama, infrastruktur dasar seperti irigasi, puskesmas, jalan desa, sekolah. Infrastruktur dasar dibiayai oleh APBN.

"Kedua infrasruktur komersial, seperti jalan tol. Ini dibiayai oleh investor. Sumber dananya macam-macam, tapi sebagian besar dari dana utang. Jadi rakyat yang menggunakan infrastruktur tersebut yang membayar utang itu," ujar mantan Sekretaris Meneg BUMN ini.



(AMM)

loading...