alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Sekjen MUI: Prof Yunahar Ilyas Perajut di Tengah Perbedaan Ormas

Priyo Setyawan
Sekjen MUI: Prof Yunahar Ilyas Perajut di Tengah Perbedaan Ormas
Sekjen MUI dan ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas memberikan keterangan tentang sosok almarhum Prof Yunahar Ilyas di kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Jumat (3/1/2020). FOTO/SINDOnews/PRIYO SETYAWAN

YOGYAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengatakan banyak teladan yang ditinggalkan almarhum Prof Yunahar Ilyas, baik sebagai wakil ketua umum (Waketum) MUI maupun ketua PP Muhammadiyah.

Sebagai Waketum MUI, Prof Yunahar sangat sering mendampingi Ketua MUI KH Maruf Amin. Tidak hanya memberi masukan jika ada perbedaan pendapat yang membuat suasana sejuk di tubuh MUI, tapi juga memiliki peran merajut kebersamaan di tengah-tengah perbedaan. Sehingga persatuan dan kesatuan di kalangan pimpinan MUI bisa terwujud dan bisa tercipta.

"Andil Prof Yunahar Ilyas sebagai wakil ketua umum MUI sangat kita banggakan dan diterima ormas lain," kata Anwar Abbas saat melayat di kantor PP Muhammadiyah Jalan Cik Ditiro Yogyakarta, Jumat (3/1/2020).



Anwar Abbas menjelaskan, almarhum juga sangat toleran. Sikap ini tidak terlepas dari bidang keilmuannya yang fokus pada tafsir. Dalam ilmu tafsir banyak perbedaan pendapat, sehingga Prof Yunahar sudah terbiasa dalam hidup bermasyarakat dan organisasi.

"Yang menarik bagi saya kalau ada perbedaan, beliau bisa melihat dengan perspektif lain. Ketika orang merasakan ada jalan buntu, bisa melihat ada celah untuk dimanfaatkan dan dipergunakan. Bagi saya itu hal menarik," katanya.

Sementara sebagai Ketua PP Muhammadiyah, kata Anwar Abbas, Prof Yuhanar juga memiliki banyak kenangan. Menurutnya, almarhum seorang yang serius tapi humoris. Selain itu, dalam ceramahnya juga menarik, meski topik lama tetapi ada sesuatu hal baru yang diselipkan, sehingga membuat pengajian dinamis, semarak dan merangsang orang untuk datang lagi.

"Ini sesuatu yang menarik, di PP Muhammadiyah ini dua minggu, apa seminggu sekali, mengadakan pengajian Ahad. Muhamamdiyah harus memikirkan siapa yang melanjutkan sehingga pengajian bisa berkelanjutan," katanya.



(amm)