alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Sebanyak 3.364.796 Juta Pelamar CPNS Lolos Administrasi

KORAN SINDO
Sebanyak 3.364.796 Juta Pelamar CPNS Lolos Administrasi
Sebanyak 3.364.796 pelamar dinyatakan lolos seleksi administrasi . Foto: Dok SINDOnews

JAKARTA - Sebanyak 3.364.796 pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) dinyatakan lolos seleksi administrasi dan berhak mengikuti seleksi kompetensi dasar (SKD).

“Iya sudah semua instansi melakukan penguman. Dari yang mendaftar sebanyak 3.364.796 pelamar dinyatakan memenuhi syarat dan dapat mengikuti tahapan seleksi berikutnya,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro (Karo) Humas Badan Kepegawaian Negara ( BKN) Paryono saat dihubungi kemarin.

Lalu sebanyak 832.422 pelamar dinyatakan tidak memenuhi syarat. Dari jumlah tersebut yang melakukan sanggahan sebanyak 272.608 pelamar. “Dari jumlah tersebut yang dinyatakan memenuhi syarat dan dianulir ketidaklolosannya sebanyak 28.210,” tuturnya.



Lebih lanjut dia mengatakan nantinya pengumuman jadwal SKD dapat diumumkan isntansi masing-masing. Namun begitu dalam penyusunan jadwal setiap instansi memang harus berkoordinasi dengan BKN. “Jadi SKD itu dilihat di instansi masing-masing. Tapi itu nanti instansi itu akan koordinasi dengan BKN juga. Saat ini jadwal belum selesai,” ungkapnya.

Paryono menyebut dalam pelaksanaan SKD ada yang diselenggarakan BKN dan juga instansi secara mandiri. Menurutnya jika instansi melaksanakan secara mandiri maka BKN haanya akan membantu penyediaan server dan petugas saja. “Kalau diselenggarakan BKN itu nanti menggunakan fasilitas BKN. Jadi seleksi nanti bisa di kantor pusat BKN, kantor regional maupun UPT BKN,” ujarnya.

Ditanyakan terkait persaingan pada seleksi CPNS kali ini, dia mengatakan sangat tergantung jumlah pelamar dan formasi yang tersedia. Pasalnya setiap formasi berbeda satu sama lain. “Ada instansi dengan formasi sedikit pelamarnya banyak tentu persaingan menjadi ketat. Atau sebaliknya. Kalau pelamarnya sedikit tentu persaingan tidak begitu ketat. Jadi memang berbeda. Apalagi ada formasi yang sama sekali tidak ada pelamarnya,” ujarnya.

Sebelumnya Kepala Pusat Pengembangan Sistem Rekrutmen Aparatur Sipil Negara (PPSRASN) Heri Susilowati mengatakan BKN masih mematangkan persiapan titik lokasi yang akan menjadi lokasi pelaksanaan SKD CPNS Tahun Anggaran 2019. Data per 31 Desember 2019, pemerintah telah menyiapkan 394 titik lokasi SKD.

“Titik lokasi sampai sekarang masih bergerak terus. BKN menyiapkan titik lokasi SKD di 13 Kantor Regional, 20 kantor Unit. Sedangkan untuk titik lokasi yang pengadaannya mandiri, per hari Selasa ini telah tersedia 391 tilok. Jumlah titik lokasi masih terus bergerak,” jelasnya.

Sampai saat ini, masing-masing kantor regional terus melakukan koordinasi dengan Instansi mandiri. Selain itu BKN juga terus memantau kelayakan dan kelengkapan sarana dan prasarana yang disiapkan instansi terkait.

BKN juga sedang mematangkan terkait perubahan Peraturan BKN No. 8/2018 tentang Prosedur Penyelenggaraan Seleksi dengan Metode Computer Assisted Test (CAT) BKN. Targetnya peraturan tersebut selesai dimatangkan di Januari, untuk memastikan pelaksanaan seleksi berjalan sesuai standar.

Pada pemetaannya, masing-masing titik lokasi memiliki tim pelaksana CAT yang sudah disiapkan BKN sesuai dengan kebutuhan. Kementerian Pusat difasilitasi oleh BKN Pusat dan Instansi Daerah difasilitasi oleh Kantor Regional BKN wilayah kerja masing-masing.

“Selain melibatkan seluruh Unit BKN, Pelaksanaan SKD CPNS Tahun Anggaran 2019 melibatkan Instansi terkait dalam hal infrastruktur. BKN sendiri ada pada kesiapan server dan sumber daya manusia (SDM) sesuai dengan titik lokasi”, ungkap Heri.

Berkaitan dengan kesiapan soal SKD, penyedia soal yang terdiri dari konsorsium Universitas Negeri terbaik di Indonesia yang ditunjuk oleh Panselnas. Dia pun meminta kepada pelamar untuk terus mengikuti informasi terkini dari website Instansi yang dilamar.

“Peserta dituntut untuk sesuai jadwal dan lokasi di hari pelaksanaan tes. Selain itu kesiapan menghadapi tes perlu diperhatikan. Percaya pada diri sendiri bahwa kita mampu menjaga integritas dan memiliki karakteristik pribadi yang unggul dalam melaksanakan tes SKD”, pungkasnya.



(nun)