alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Kerap Difitnah dan Dihina, Jokowi: Dipikir Saya Takut!

Ary Wahyu Wibowo
Kerap Difitnah dan Dihina, Jokowi: Dipikir Saya Takut!
Capres Jokowi saat menghadiri deklarasi dukungan relawan Sekabel Jokowi di obyek wisata De Tjolomadoe, Kabupaten Karanganyar, Minggu (3/2/2019). FOTO/SINDOnews/ARY WAHYU WIBOWO

KARANGANYAR - Calon Presiden (Capres) Joko Widodo (Jokowi) terus melakukan serangan balik terhadap pihak pihak yang selama ini menyudutkannya. Jokowi menegaskan demi kepentingan bangsa dan negara, dirinya sama sekali tidak takut.

Pernyataan itu disampaikan menanggapi maraknya hoaks, fitnah dan semburan kedustaan yang ada di mana-mana. Bahkan sesuatu yang benar kini dianggap salah dan yang salah dianggap benar.

"Saya sudah empat tahun diam, tidak menjawab karena hanya ingin bekerja. Namun kini sudah saatnya untuk menjawab. Mentang-mentang saya sabar, terus dihina-hina, rendahkan. Dipikir saya penakut," kata Jokowi saat memberi sambutan dalam deklarasi dukungan relawan Sedulur Kayu dan Mebel (Sekabel) Jokowi di objek wisata De Tjolomadoe, Kabupaten Karanganyar, Minggu (3/2/2019). (Baca juga: Hadiri Deklarasi Relawan Sekabel, Jokowi Teringat Masa Lalu)



Mantan Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta ini menegaskan berkali kali bahwa dirinya tidak takut sekecil apapun demi untuk kepentingan bangsa, rakyat dan negara. Selama empat tahun terakhir menjabat presiden, dirinya selalu dibilang antek asing. "Antek asing, antek asing, antek asing. Yang benar saja," katanya.

Sebagai tangkisan atas tuduhan itu, Jokowi menyebut pada 2015 blok Mahakam yang 50 tahun dikuasai asing, kini sudah bisa diambil alih dan diberikan 100% untuk Pertamina. "Pertanyaan saya, antek asingnya dimana?," kata Jokowi.

Selain itu, blok Rokan yang juga kelola asing sekitar 90 tahun, dulunya tidak ada yang pernah menyebut antek asing. Dan saat ini telah dimenangkan Pertamina 100%. Serta yang terakhir adalah Freeport yang telah dikelola 40 tahun oleh asing.

Selama 4 tahun pemerintah bernegosiasi terkait tambang emas dan tembaga terbesar di dunia itu. Jokowi membeberkan bahwa prosesnya sangat sulit, banyak tekanan dan intrik politik. "Dipikir gampang. Kalau gampang sudah diambil alih dulu dulu oleh pemerintah kita," katanya.

Selama proses itu, Jokowi mengaku banyak tekanan dari atas, bawah, kanan dan kiri. Beruntung tubuhnya kurus sehingga tidak terasa ketika ditekan tekan. Hasilnya, mulai Desember 2018, Freeport telah diambil mayoritas 51% oleh Pemerintah Indonesia.

"Untungnya belum habis, masih bergunung gunung di situ," katanya.

Dirinya menegaskan bahwa yang selama ini menudingnya antek asing, justru adalah antek asing itu sendiri. Jokowi juga menepis tudingan dirinya PKI, anti ulama, anti Islam.

Dalam kesempatan itu, Jokowi mengajak para relawan seluruh pendukung untuk menyampaikan hal hal yang benar. Jokowi juga menyindir adanya pemakaian teori propaganda Rusia, yakni menyemburkan dusta, kebohongan, dan hoaks sebanyak banyaknya agar masyarakat menjadi ragu.

"Yang dipakai konsultan asing, nggak mikir ini memecah belah rakyat, mengganggu ketenangan rakyat, membuat rakyat khawatir, takut. Nggak peduli karena konsultannya konsultan asing. Terus yang antek asing siapa?," ucapnya.

Dirinya sangat bersyukur karena masyarakat telah cerdas dan mampu memilah mana yang benar dan mana yang bohong.



(AMM)

loading...