alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Fit and Proper Test PDIP: Dari Iseng hingga Dipaksa Pengurus Partai

Ahmad Antoni
Fit and Proper Test PDIP: Dari Iseng hingga Dipaksa Pengurus Partai
Bendahara DPD PDIP Jateng Agustina Wilujeng saat memberikan sambutan pada peringatan Hari Ibu di Panti Marhaen Semarang, Minggu (22/12/2019). FOTO/SINDOnews/AHMAD ANTONI

SEMARANG - Fungsionaris DPD PDIP Jawa Tengah (Jateng) Agustina Wilujeng mengungkapkan, ada beragam alasan orang yang mendaftar bakal calon (balon) kepala daerah pada Pilkada 2020, baik melalui DPC maupun DPD PDIP Jawa Tengah. Mulai dari yang sekadar iseng hingga karena dipaksa pengurus partai untuk mendaftarkan diri.

"Jadi saat dilakukan fit and proper test terhadap para bakal calon, Sabtu (21/12/2019) kemarin itu alasannya macam-macam. Ada yang menjawab iseng-iseng," kata Agustina kepada wartawan di Panti Marhaen Semarang, Minggu (22/12/2019).

Dia menyebutkan, dari 219 orang balon kepala daerah yang mendaftar, 179 orang yang datang saat dipanggil mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test). Terdapat 30 orang tidak datang dengan berbagai alasan karena sakit, sedang menjalankan ibadah umroh, dan tanpa ada keterangan.



"Ada empat orang bakal calon memang tidak diundang mengikuti fit and proper test karena elektabilitasnya di atas rata-rata serta tidak akan bisa ditandingi lawan pada pilkada mendatang," ungkapnya.

Keempat orang itu adalah balon Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, balon Bupati Wonogiri Joko Sutopo (Jekek), balon Bupati Grobogan Sri Sumarni, dan balon Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi.

Dia mengutarakan bahwa ke-179 yang mengikuti fit and proper test tidak semuanya diserahkan ke DPP PDIP di Jakarta. "Dari hasil wawancara uji kelayakan dan kepatutan ada gambaran balon yang potensial dan tidak," kata Bendahara DPD PDIP Jateng ini.



(amm)