alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

BNN Sebut 90% Peredaran Narkoba Dikendalikan Napi di Lapas

Wahyu Budi Santoso
BNN Sebut 90% Peredaran Narkoba Dikendalikan Napi di Lapas
Deputi Pemberantasan BNN Irjen Amran Depari mengungkapkan bahwa 90% peredaran narkoba di Indonesia dikendalikan oleh narapidana yang saat ini mendekam di lapas. FOTO/IST

JAKARTA - Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Amran Depari mengungkapkan bahwa 90% peredaran narkoba di Indonesia dikendalikan oleh narapidana yang saat ini mendekam di lembaga pemasyararakatan (lapas). BNN berharap Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) segera bertindak tegas untuk menghentikan peredaran barang haram ini yang semakin menggila.

"Seperti pengungkapan 100 kilogram sabu dan 1,4 ton ganja, semua dikendalikan napi. Semuanya dikendalikan dari dalam lapas (lembaga pemasyarakatan)," kata Arman Depari usai jumpa pers pengungkapan di kantor BNN Cawang, Jumat (1/2/2019).

Sebelumnya, BNN menggagalkan penyelundupan sabu seberat 100 kilogram yang dikendalikan narapidana Lapas Tanjung Gusta, Medan, Sumatera Utara atas nama Ramli. Pada Kamis (31/1/2019), BNN juga berhasil mengungkapkan peredaran ganja seberat 1,4 ton yang juga dikendalikan napi Kebon Waru, Bandung atas nama Suparman. Pengungkapan ini menunjukkan kedua napi masih bebas menjalankan bisnisnya dari balik jeruji besi. (Baca juga: Sinergi Bea Cukai, BNN, dan Polri Gagalkan Peredaran 1,4 Ton Ganja)



Menurut Arman, selama ini pihaknya juga sudah melaporkan siapa saja bandar-bandar besar ke Dirjen Pemasyarakatan (PAS). "Dengan maraknya peredaran dan juga penyeludupan yang dikendalikan oleh napi, bisa kita simpulkan bahwa memang pengawasan agak lemah dan barang kali pengawasan terabaikan," ujarnya.

Atas persoalan ini, BNN meminta Menteri Hukum dan HAM mereposisi Dirjen PAS. Pasalnya, semua data dan hasil penyelidikan sudah disampaikan, tapi pengendalian narkoba dari dalam lapas masih terus terjadi.

"Kami sudah beberapa kali melakukan pertemuan dengan Dirjen PAS, namun tetap saja kami masih menemukan napi yang mengendalikan penyelundupan narkotika," kata jenderal bintang dua ini.

Arman menuturkan, dalam operasi pengungkapan peredaran narkoba, BNN bersama petugas gabungan melakukannya berbulan-bulan. Operasi ini tidak mudah, karena risikonya adalah keselamatan para anggota.

"Istilahnya, mereka (Dirjen PAS) tidak menghargai apa yang dilakukan anggota di lapangan, baik BNN, Bea cukai, maupun angkatan laut. Percuma kalau tiap hari kita tangkap orang tapi dari dalam mereka tetap bisa mengendalikan," kata Arman.

Dengan melakukan reposisi Dirjen PAS, Arman yakin peredaran narkotika yang akan masuk ke Indonesia bisa berkurang.

Sementara itu, Dirjen PAS Sri Puguh Budi Utami sebelumnya menyebut jumlah penghuni lembaga pemasyarakatan (LP) dan Rutan di Indonesia mencapai 255.000. Jumlah itu didominasi napi kasus narkotika yakni sebanyak 115.000 orang.

"Sekarang ini isi lapas dan rutan saya lihat 255.000 lebih seluruh Indonesia. Terbanyak adalah kasus narkotika mencapai 115.000,” kata Sri Puguh Budi Utami.  (Baca juga: Jumlah Napi Narkoba Rajai Lapas di Indonesia)

Menurutnya, para napi dan tahanan itu ditempatkan dalam 522 lapas maupun rutan. Tren jumlah napi terus meningkat, seiring banyaknya orang yang terjerat kasus narkoba. Mereka tak sepenuhnya menjalani rehabilitasi tetapi dijebloskan ke penjara.



(AMM)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif