alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Musim Hujan, Warga di Daerah Rawan Bencana Diminta Waspada

Angga Rosa
Musim Hujan, Warga di Daerah Rawan Bencana Diminta Waspada
Awas hujan angin disertai petir berpotensi landa Jateng dan eks Karesidenan Surakarta. Foto/DOK.SINDOnews

SALATIGA - Pemkot Salatiga meminta kepada warga yang bermukim di daerah rawan bencana tanah longsor dan angin kencang untuk meningkatkan kewaspadaan. Sebab intensitas hujan di Salatiga selama beberapa hari ke depan diperkirakan masih tinggi sehingga potensi terjadinya bencana di daerah rawan longsor cukup besar.

Kepala Dinas Satpol PP Kota Salatiga Yayat Nurhayat mengatakan, selama beberapa hari belakangan, wilayah Kota Salatiga diguyur hujan. Kondisi ini membuat tekstur tanah menjadi lembek dan rawan longsor. "Kami minta warga yang bermukim di daerah rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan. Saat turun hujan deras jangan beraktivitas di sungai atau daerah rawan longsor," katanya, Rabu (18/12/2019).

Berdasarkan hasil pemetaan, beberapa daerah di Kecamatan Sidorejo dan Tingkir dinyatakan rawan bencana tanah longsor dan angin kencang. Adapun daerah yang dipetakan rawan tanah longsor meliputi Gunungsari, Canden, dan Nanggulan (Kecamatan Tingkir) dan Blotongan (Kecamatan Sidorejo). Sedangkan daerah yang dipetakan rawan angin kencang antara lain Blotongan, Sidorejo Lor, Kecamatan Sidorejo. Pemetaan ini berdasarkan kejadian yang pernah terjadi di daerah tersebut.



Disinggung mengenai kesiapan penanganan bencana, Yayat menyatakan, baik secara teknis maupun nonteknis, Dinas Satpol PP, instansi yang membidangi penanganan bencana dalam kondisi siap. Jika sewaktu terjadi bencana, personel Satpol PP siap melakukan penanganan termasuk tanggap darurat.

Menurut dia, personel Satpol PP telah mendapat pelatihan penangnan bencana, sehingga sudah memahami tugas dan kesatuan gerak yang harus dilakukan dalam penanganan bencana alam. "Personel dalam kondisi siap. Dan kami terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya yang bermukim di daerah rawan bencana untuk meningkatkan waspada. Ini kami lakukan untuk meminimalisasi hal-hal yang tidak diinginkan apabila terjadi bencana," katanya.



(AMM)