alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

PAN Sleman Tegaskan Usung Kader Internal di Pilkada 2020

Priyo Setyawan
PAN Sleman Tegaskan Usung Kader Internal di Pilkada 2020
Ketua DPD PAN Sleman Sadar Narimo (tengah) memberikan keterangan penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati Pilkada Sleman 2020 di kantor DPD PAN Sleman, Jumat (13/12/2019). FOTO/SINDOnews/PRIYO SETYAWAN

SLEMAN - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Sleman, Sadar Narimo menegaskan, PAN tetap komitmen dan konsisten mengusung kader internal maju pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. Untuk itu, pihaknya telah menyiapkan dan menyusun berbagai strategi, di antaranya dengan membentuk Tim Internal Pemenangan Pilkada Sleman untuk menjaring dan menyaring tokoh-tokoh yang layak diusulkan ke DPP PAN.

"Tim ini yang akan menyeleksi kader internal hasil penjaringan yang akan diusulkan ke DPP lewat DPW PAN DIY," kata Sadar Narimo di kantor DPD PAN Sleman, Jumat (13/12/2019).

Sadar menjelaskan, dari hasil rapat internal ada enam nama kader PAN yang diusulkan untuk mengikuti penjaringan dan penyaringan calon bupati maupun wakil bupati. Masing-masing Sadar Narimo, Mumtaz Rais, Arif Kurniawan, Raudi Akmal, Inoki Azmi Purnomo, dan Abdul Kadir.



"Kami juga akan menampung aspirasi kader dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga tingkat desa. Jadi enam nama tersebut masih dimungkinkan dapat bertambah," kata Sadar didampingi Ketua Tim Internal Pemenangan Pilkada Sleman, Sekarmaji dan Sekretaris Trisnawati.

Menurut Sadar, dari hasil tiga periode Pilkada, PAN Sleman mampu menempatkan kadernya duduk menjadi wakil bupati dan dua kali sebagai bupati. Sehingga pada Pilkada 2020 juga membidik jabatan bupati meskipun bukan harga mati.

"Sampai saai ini kita masih mengajukan calon bupati. Namun, karena PAN hanya memperoleh 6 kursi di DPRD Sleman, maka harus berkoalisi dengan partai lain untuk memenuhi syarat mengajukan pasangan calon yaitu 10 kursi," katanya.

Ketua Tim Internal Pemenangan Pilkada Sleman, Sekarmaji menambahkan, pada 2020 dipastikan tak bisa mengusung calon secara mandiri melihat perolehan kursi DPRD Kabupaten Sleman. Hal tersebut secara tak langsung menandai adanya proses panjang bakal calon internal untuk bisa melaju sebagai Sleman 1 atau Sleman 2 di pilkada mendatang.

"Kami tidak bisa maju sendiri, harus koalisi dengan partai lain. Sehingga nama-nama ini belum tentu nanti disetujui partai koalisi," katanya.

Untuk itu, sekarang masih fokus menguatkan mesin partai, kemudian menyolidkan koalisi. Jadi tahapannya masih sangat jauh, tetapi dia berharap rekomendasi muncul tidak hanya satu karena bisa jadi opsi ketika ada dinamika dalam koalisi.



(amm)

loading...