alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Gairahkan Wisatawan ke Jateng, Perbanyak Event dan Influencer

Ahmad Antoni
Gairahkan Wisatawan ke Jateng, Perbanyak Event dan Influencer
Para narasumber dalam Diskusi Hot Topic MNC Trijaya FM Semarang di Hotel Plaza Semarang, Senin (9/12/2019) malam. FOTO : Dok MNC Trijaya FM Semarang.

Semarang - Pengembangan pariwisata di Jawa Tengah yang kini telah memiliki banyak destinasi dibutuhkan sistem yang kontinubilitas agar bisa meningkatkan kunjungan wisatawan.

Menurut Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jateng, Sinung N Rachmadi, upaya itu bisa dilakukan dengan menggelar beragam kegiatan secara kontinyu sehingga bisa diharapkan menjadi daya tarik wisatawan mengunjungi destinasi pariwisata Jawa Tengah.

Bisa juga menggelar kegiatan, namun kontinu dan juga mampu memantik para pengunjung tertarik datang ke kegiatan di destinasi wisata itu.



“Selain itu, untuk mampu memikat wisatawan mengunjungi destinasi pariwisata di Jateng adalah dengan kehadiran public figure di objek wisata itu. Karena biasanya public figure akan bisa bercerita tentang keindahan pariwisata," ujar Sinung dalam Diskusi Hot Topic MNC Trijaya FM Semarang bertema Pariwisata Jateng Yang Berkelanjutan di Hotel Plaza Semarang, Senin (9/12/2019) malam.

Dia megungkapkan bahwa pada tahun 2020 mendatang akan ada 6 event di Jateng yang masuk kalender event nasional dan merupakan terbanyak secara nasional. Yakni meliputi Dieng Culture Festival, Festival Kota Lama, Festival Cheng Ho, Festival Payung, Borobudur Marathon, Solo International Performing Art (SIPA). “Selain itu masih ada sekitar 200-an event yang digelar di seluruh kabupaten/kota di Jateng,” sebutnya.

“Untuk menarik wisatawan ya harus ada event. Kalau orang ke Kota Lama itu biasa tapi ketika Kota Lama ada orang berbondong-bondong karena ada event,” ucap Sinung.

Sementara, Ketua Badan Promosi Pariwisata Jateng, Sugeng Sugiantoro mengutarakan, pihaknya telah memfasilitasi assosiasi pariwisata di 35 kabupaten/kota di Jateng agar mereka tidak cuma menjadi penonton, tapi terlibat untuk mengembangkannya.

"Kami telah mendata ulang selain membantu mereka, dengan harapan para wisatawan nggak cuma sekali berkunjung ke destinasi wisata. Nah untuk membuat wisatawan datang lagi itu tidak semudah membalikkan telapak tangan," terang Sugeng.

Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia Jateng, Benk Mintosih mengutarakan, untuk mengembangkan pariwisata di Jateng perlu memanfaatkan influencer. "Apa yang ditampilkan influencer ini akan dikembangkan para youtuber lengkap dengan tagar yang menarik. Sehingga akan menarik minat masyarakat bahwa ada tempat wisata yang keren. Cuma sayangnya, dari sejumlah tempat wisata yang saya kunjungi, kemasannya sama saja,” kata Benk.

Menurutnya, idealnya memang harus ada yang berbeda dan menarik masyarakat. Dan dibutuhkan dukungan dari pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, dan media untuk mempromosikan destinasi pariwisata Jawa Tengah.



(nun)

loading...