alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Ultah ke-34, SMPN 27 Semarang Deklarasikan Sekolah Ramah Anak

Ahmad Antoni
Ultah ke-34, SMPN 27 Semarang Deklarasikan Sekolah Ramah Anak
Deklarasi Sekolah Ramah Anak dilakukan saat puncak peringatan HUT ke-34 SMP Negeri 27 Semarang, Sabtu (7/12/2019). FOTO : SINDOnews/Ahmad Antoni

Semarang - SMP Negeri 27 mendeklarasikan diri sebagai Sekolah Ramah Anak saat berlangsungnya acara puncak peringatan hari ulang tahunnya ke-34 di halaman SMPN 27, Sumurboto, Banyumanik, Semarang, Sabtu (7/12/2019).

Deklarasi ditandai dengan pembacaan ikrar oleh perwakilan guru, siswa dan komite yang dilanjutkan penandatangan komitmen deklarasi ramah anak oleh Dinas Pendidikan Kota Semarang yang diwakili Kepala Bidang Pendidikan SMP, Sutarto, Kepala Sekolah SMPN 27, Umar dan perwakilah guru, siswa dan komite.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Semarang, Sutarto mengatakan bahwa yang ditekankan untuk sekolah ramah anak adalah sekolah itu intinya harus ramah kepada siapapun, antara guru dengan guru, antara siswa dengan siswa, antara guru dengan siswa, komite itu sifatnya pelayanan kepada peserta didik.



“Kalau anak-anak belajar bisa dengan nyaman, perasaan aman, tidak ada tekanan, tidak ada kekerasan, tidak ada diskriminasi maka ketika anak nyaman itu belajar bisa fokus dan konsentrasi, sehingga prestasi belajar diharapkan bisa lebih ditingkatkan lagi,” kata Sutarto kepada SINDOnews, Sabtu (7/12/2019).

Menurutnya, yang namanya prestasi peserta didik itu tidak boleh diskriminasi hanya akademis saja, tapi nonakademis harus mendapat porsi yang sama karena potensi anak itu ada. Misalnya, yang pinter matematika tidak pinter olahraga, tapi ada yang pinter nari tapi tak pinter matematika.

“Ini yang potensi matematika, olahraga , seni harus dikembangkan. Sehingga anak belajar sesuai dengan potensinya itu akan lebih enak gurunya mengajar dengan senang, muridnya juga senang, karena layanan juga baik kepada peserta didik.Kemudian tidak ada diskriminasi, harus mendapatkan pelayanan yang sama, tidak ada kekerasan tidak ada bulying,” ujarnya.

Pihaknya menegaskan bahwa sebenarnya sekolah ramah ada tidak menunggu memenuhi syarat kalau kriteria sekian persen. “Yang penting ada komitmen tidak akan melakukan bulying, diskriminasi, tidak akan melayani yang tidak sesuai norma-norma yang ada, komitmen bahwa sekolah itu aman. Sepakat berkomitmen menjadikan anak-anak dan gurunya berhati baik dan berperilaku baik,” tegasnya.

Sementara, Kepala Sekolah SMPN 27, Umar menyampaikan, HUT ke-34 SMPN 27 diawali dengan reposisi komite satu periode 2 tahun ke depan dengan salah satu tugas utamanya mempersiapkan pelaksanaan kegiatan HUT dengan membentuk kepanitiaan.

“Kegiatan HUT ini sebagai ajang mengeksplore bakat-bakat yang dimiliki anak dengan melibatkan komite dan guru,” kata Umar. “Dalam HUT kali ini, kita fokus pada tiga kegiatan yakni donor darah, gerak jalan sehat, dan pentas seni. Selain itu juga melakukan deklarasi sekolah ramah anak,” ujarnya.

Ketua Komite 2019-2021, Budi Irianto menambahkan, Momentum HUT ke-34 SMPN 27 sebagai wujud apresiasi bagi komite sekolah. “Tentu kegiatan ini tak lepas dari peran orang tua pihak sekolah, dan komite. Sehingga dukungan semua orang tua menjadikan langkah kita yang koordinatif dalam rangka meningkatkan prestasi tidak saja dalam pendidikan formal , tapi harapkan kita melalui pentas seni ini melihat bibit-bibit milenial berprestasi lebih baik,” jelasnya.



(nun)

loading...