alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Keji, Diperkosa 2 Intelijen Korsel, Pembelot Korut Dipaksa Aborsi

Muhaimin
Keji, Diperkosa 2 Intelijen Korsel, Pembelot Korut Dipaksa Aborsi
Ilustrasi perempuan korban kekerasan seksual. Foto/SINDOnews

SEOUL - Sungguh tragis nasib yang dialami seorang pembelot Korea Utara (Korut) ini. Dia dilaporkan dipaksa melakukan aborsi setelah diperkosa oleh dua pejabat intelijen Korea Selatan (Korsel). Kasus ini diungkap firma hukum Good Lawyers yang membela korban.

Dua perwira intelijen yang diduga memerkosa wanita Korea Utara itu adalah seorang letnan kolonel dan seorang sersan utama yang bertugas di Komando Intelijen Pertahanan (DIC) Korea Selatan.

Menurut laporan firma hukum tersebut, pemerkosaan terjadi saat korban berada di dalam tahanan. Sebagai bagian dari pekerjaan mereka, kedua perwira itu menyelidiki orang-orang yang membelot dari Korea Utara ke Korea Selatan dan mengumpulkan data intelijen.



Firma hukum Good Lawyers, seperti dikutip dari BBC, Jumat (6/12/2019), mengatakan korban diperkosa pertama kali ketika dia tidak sadar setelah minum alkohol.

Seorang sersan utama dituduh memerkosa korban puluhan kali. Sedangkan seorang letnan kolonel dituduh memerkosa korban sekali.

Pengacara wanita itu mengklaim korban dipaksa melakukan aborsi pada dua kesempatan. Kedua pria itu telah diskors dari tugasnya sambill menunggu hasil investigasi.

Kasus ini telah dilimpahkan oleh Komando Investigasi Kriminal Kementerian Pertahanan ke penuntutan militer.

Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengatakan kepada BBC bahwa para pejabat tersebut akan ditangani dengan tepat tergantung pada hasil penyelidikan.

"Korban adalah pembelot Korea Utara dan tidak memiliki anggota keluarga di sini dan tidak memiliki siapa pun untuk membantunya," kata Jeon Su-mi, pengacara korban dari Good Lawyers kepada The Korea Herald.

“Juga, korban diintimidasi oleh petugas DIC yang tahu banyak tentangnya. Jadi hampir mustahil baginya untuk menahan serangan mereka."

Jeon mengajukan gugatan terhadap kedua perwira itu atas nama korban pada hari Rabu lalu.



(nun)