alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Hasil Melimpah, Petani Garam Gunungkidul Sulit Akses Pemasaran

Suharjono
Hasil Melimpah, Petani Garam Gunungkidul Sulit Akses Pemasaran
Petani garam di Gunungkidul mampu meghasilkan produk berlimpah namun kesulitan memasarkannya. FOTO :SINDOnews/suharjono

GUNUNGKIDUL - Pantai selatan di Gunungkidul saat ini mampu menghasilkan produk garam dengan kualitas premium. Namun demikian para petani garam justru kesulitan memasarkan produk yang telah difasilitasi Pemda DIY tersebut.

Saat ini sedikitnya 1,5 ton garam kualitas tinggi belum bisa dijual oleh petani garam di Desa Kanigoro Kecamatan Saptosari. Akhirnya garam tersebut hanya digunakan untuk campuran minuman ternak.

Ketua Kelompok Petani Garam Dadap Makmur Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari, Triyono mengatakan, musim kemarau merupakan musim yang sangat bagus bagi petani garam. Hasil garam melimpah dengan kualitas yang cukup baik.



"Kami belum bisa memasarkan. Masih dijual kepada petani ternak dan masyarakat sekitar," terangnya kepada wartawan, Selasa (3/12/2019).

Dengan minimnya pemasaran, harga jual juga masih rendah. Untuk 1 Kg garam pihaknya menjual Rp3 ribu rupiah. "Kami berharap pemerintah mendampingi untuk pemasaran garam kami," ucapnya.

Dijelaskannya, saat ini para petani masih memanfaatkan air laut yang ada di Pantai Dadap Ayam. Di lokasi itu terdapat 75 kotak yang disebut tunel yant yang bentuknya menyerupai terowongan untuk produksi garam. Setiap lima buah tunnel, mampu menghasilkan 80 sampai 90 kilogram garam grosok.

"Kalau produksi lancar, seperti saat ini, bisa menghasilkan 500 sampai 700 kilogram garam," ucapnya.

Saat ini para petani berharap kesejahteraan bisa berbanding lurus dengan produksi garam. Namun demikian dibutuhkan pendampingan baik pemkab, Pemda DIY maupun pemerintah pusat untuk pemasaran garam.

"Kalau perlu kami juga diberikan pelatihan untuk garam bata, dan garam meja, untuk memudahkan pemasaran," tandasnya.

Sementara Kepala Desa Kanigoro, Suroso menjelaskan, pihaknya sudah menyampaikan kondisi inike pemerimntah.

"Namun belum ada tindak lanjut. Mudah-mudahan, segera ada upaya dari pemerintah. Kami juga bingung dengan kondisi ini," ungkap dia.



(nun)

loading...