alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Rampas Ponsel di Pinggir Jalan, Jambret Babak Belur Dihajar Massa

Eddie Prayitno
Rampas Ponsel di Pinggir Jalan, Jambret Babak Belur Dihajar Massa
Polisi menangkap jambret yang merampas ponsel milik orang di depan SPBU Pantura Jambearum, Patebon, Kendal, Selasa (3/12/2019) siang. FOTO/iNews/EDDIE PRAYITNO

KENDAL - Seorang jambret babak belur dihajar massa usai merampas telepon genggam di depan SPBU Pantura Jambearum, Patebon, Kendal, Selasa (3/12/2019) siang. Pelaku dikejar korban dan warga hingga akhirnya berhasil ditangkap warga setelah sembunyi disemak-semak.

Penjambretan itu bermula saat Ria Furia, warga Karangsari, Kota Kendal menerima panggilan telepon di depan SPBU Pantura Jambearum. Saat berhenti berhenti di pinggir jalan, tiba-tiba seorang penjambret merampas telepon genggam yang dipegang hingga tali pengaitnya putus.

Korban sontak mengejar pelaku yang kabur ke arah timur. Sambil berteriak korban terus mengejar penjambret dibantu sejumlah pemuda. Pelaku melarikan diri hingga ke Kota Kendal, masuk ke gang buntu dan memilih meninggalkan sepeda motornya.



pelaku yang terus dikejar warga kemudian bersembunyi disemak-semak belakang rumah warga hingga akhirnya tertangkap dengan barang bukti telepon genggam di tangannya. "Pelaku kabur dengan kecepatan tinggi hingga masuk ke gang buntu," kata korban, Ria Furia.

Warga yang ikut mengejar, Dicki Burhanudin mengatakan, korban jambret berteriak minta tolong. Kebetulan saat itu ia bersama teman-temannya sedang nongkrong di sekitar lokasi kejadian dan ikut mengejar pelaku hingga tertangkap.

"Pelaku tertangkap saat bersembunyi. Dia menjadi bulan-bulanan warga hingga babak belur," tutur Dicki.

Pelaku yang babak belur diamankan ke Polsek Kota Kendal. Dia diketahui bernama Muhammad Rizki, warga Kumpulrejo, Kaliwungu, Kendal. "Saya beraksi seorang diri. Saya tidak merencanakan aksi ini," kata Muhammad Rizki, pelaku jambret.

Pelaku kemudian diserahkan ke Polsek Patebon mengingat lokasi kejadian berada di wilayah hukumnya. Sejumlah warga yang masih geram dengan pelaku mencoba menghakimi tapi dicegah polisi.



(amm)

loading...