alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Gelombang 4 Meter Ancam Perairan Selatan Jateng hingga Awal Februari

Taufik Budi
Gelombang 4 Meter Ancam Perairan Selatan Jateng hingga Awal Februari
BMKG Stasiun Meteorologi Cilacap merilis peringatan dini gelombang tinggi di sejumlah perairan di selatan Jawa Tengah. FOTO/ILUSTRASI/DOK.SINDOnews

SEMARANG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Cilacap merilis peringatan dini gelombang tinggi di sejumlah perairan di selatan Jawa Tengah. Gelombang hingga setinggi empat meter berpotensi terjadi hingga awal Februari.

"Tinggi gelombang 2,5 sampai 4 meter berpeluang terjadi di perairan selatan Cilacap, perairan selatan Kebumen, perairan selatan Purworejo, perairan selatan Yogyakarta," kata prakirawan BMKG Nurmaya, Selasa (29/1/2019). (Baca juga: Gelombang Setinggi 5 Meter Ancam Perairan Selatan Jateng)

Sementara cuaca di Samudra Hindia diprediksi bakal lebih ekstrem karena tinggi gelombang mencapai empat hingga enam meter. Kawasan yang bakal terdampak yakni Samudra Hindia selatan Cilacap, Samudra Hindia selatan Kebumen, Samudra Hindia selatan Purworejo, Samudra Hindia selatan Yogyakarta.
 
"Harap diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran. Perahu nelayan batas aman kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter. Kapal tongkang yakni kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter," katanya.



"Kapal Ferry batas aman kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter, sementara kapal ukuran besar seperti kapal kargo, kapal pesiar kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas empat meter," katanya.



Menurutnya, terdapat Tropical Cyclone Riley di Samudra barat Australia dengan pusat tekanan 982 hPa dengan kecepatan maksimum 55 knot. Teridentifikasi pola sirkulasi massa udara di barat daya Meulaboh.

Pola angin di utara Indonesia umumnya dari arah barat laut-timur laut dengan kecepatan berkisar antara 7 sampai 25 knot, sedangkan di wilayah sedangkan di selatan wilayah Indonesia umumnya dari arah barat-barat laut dengan kecepatan berkisar antara 7 sampai 30 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di pulau di Laut Sumbawa, perairan selatan Jawa, Samudra Hindia selatan Jawa, perairan Kepulauan Sangihe–Talaud, Laut Banda, dan Laut Arafuru. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di wilayah-wilayah tersebut.

"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di daerah pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada. Peringatan dini gelombang tinggi berlaku hari ini pukul 07.00 WIB sampai 1 Februari 2019 pukul 07.00 WIB," katanya.



(AMM)