alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Telantarkan Anak Hasil Selingkuh, PNS Polda DIY Diadukan ke Propram

Priyo Setyawan
Telantarkan Anak Hasil Selingkuh, PNS Polda DIY Diadukan ke Propram
Warga Umbulharjo, Yogyakarta UE memberikan keterangan di LKBH Pandawa, Jalan Sultan Agung, Yogyakarta terkait hubungan gelapnya dengan oknum PNS Polda DIY, Jumat (15/11/2019). FOTO/SINDOnews/Priyo Setyawan

YOGYAKARTA - Sepintar-pintarnya bangkai ditutupi, baunya tetap tercium juga. Peribahasa ini tepat bagi pasangan bukan suami istri, UE (30) dan HN (46) yang mencoba menjalani hubungan spesial secara diam-diam. Jalinan kasih terlarang ini terbongkar karena muncul permasalahan.

Untuk diketahui, UE adalah seorang janda muda warga Umbulharjo, Kota Yoggyakarta, sementara HN merupakan pegawai negeri sipil (PNS) Polda DIY yang telah berkeluarga. Keduanya berkenalan pada Agustus 2017 dan kemudian bersepakat menjalin hubungan gelap.

Keduanya berpacaran dan setiap sepekan sekali bertemu. Karena sudah sama-sama dewasa, ketika berpacaran keduanya kerap menginap di beberapa hotel.



Pada September 2018, UE terlambat datang bulan dan memberitahukan kepada HN bahwa dirinya hamil. Karena kandungan semakin besar, pada 2 Januari 2019 HN mencarikan kos untuk UE di daerah Karangmalang, Caturtunggal, Sleman.

"Sejak saya tinggal di kos, setiap HN pulang dari kantor selalu menemani saya sampai malam. Kemudian setiap hari Senin dan Jumat menginap di kos," kata UE di kantor LKBH Pandawa Yogyakarta, Jumat (15/11/2019).

Setelah usia kandungan menginjak sembilan bulan, UE pindah kos di Jalan Sukoharjo, Condongcatur, Depok, Sleman. Tepat pada 14 Mei 2019, dia melahirkan anak perempuan di RS Sakina Idaman. Saat persalinan, HN menunggui UE dan menyewa baby sister untuk membantu mengurus buah cinta keduanya. Sang bayi sempat mengalami cedera pada kaki pada umur 21 hari. Oleh dokter, bayi tersebut diminta untuk menjalani terapi dan kontrol di RSO Surakarta setiap Senin. HN selalu menemani terapi dan menanggung semua biayanya.

"Permasalahan diawali pada tanggal 30 Juni 2019, saya dan HN terjadi keributan, sejak itu hubungan mulai renggang. HN juga sudah tidak menghubungi dan mengantar bayi terapi setiap Senin," katanya.

Lantaran tidak bisa dihubungi, UE lalu mendatangi Bidkum Polda DIY, tempat HN bekerja. Oleh atasan, HN diminta untuk membiayai semua keperluan UE. Akhirnya HN memenuhi perintah atasannya tersebut. HN kemudian memindahkan UE ke tempat kos di daerah Wirobrajan, Kota Yogyakarta dan pindah kos lagi pada 23 September di Pringwulung, Caturtunggal, Depok, Sleman.

"1 Oktober 2019 HN menemui saya membawa perlengkapan bayi. Setelah itu tidak menemui saya lagi. Pada 7 Oktober saya bisa menghubungi dan itu komunikasi terakhir," tutur UE.

Selama tidak melakukan komunikasi dengan HN, UE mengaku sering mendapatkan teror ancaman melalui pesan WhatsApp dari nomor yang tidak diketahui. Terakhir mendapat teror lewat pesan WA tanggal 9 Oktober 2019. Oleh karena itu, pada 10 Oktober 2019 melapor ke Propam Polda DIY soal hubungannya dengan HN serta teror melalui WA itu.

Perwakilan LKBH Pandawa Yogyakarta, Garda Widi Pratama mengatakan akan terus mengawal kasus ini sampai UE mendapat kesejahteraan untuk anak buah cinta dengan HN. "Klien kami hanya meminta HN untuk bertanggung jawab menafkahi anak hasil hubungan mereka," katanya.



(amm)

loading...