alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Pelaku UMKM Jateng Butuh Pendampingan dan Penguatan Digital

Ahmad Antoni
Pelaku UMKM Jateng Butuh Pendampingan dan Penguatan Digital
Narasumber dalam diskusi Prime Topic MNC Trijaya FM bertema Penguatan UMKM Jateng di Noormans Hotel Semarang, Senin (11/11/2019). FOTO/SINDOnews/AHMAD ANTONI

SEMARANG - Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jawa Tengah belum maksimal menggunakan internet untuk mempromosikan produknya. Keterbatasan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu penyebabnya.

"Padahal di era Revolusi Industri 4.0 yang merupakan era pasar bebas, digitalisasi menjadi suatu keharusan. Ya, siapa yang cepat akan mengalahkan yang lambat," kata Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Jateng, Dodi Sriyanto dalam diskusi Prime Topic MNC Trijaya FM bertema Penguatan UMKM Jateng di Noormans Hotel Semarang, Senin (11/11/2019).

Dodi menegaskan bahwa pihaknya selalu mendukung, mendorong serta memberi pelatihan kepada pelaku UMKM dalam penggunaan internet secara efektif. "Termasuk memberi ruang bagi pelaku UMKM dalam mempromosikan produknya ke website yang telah disediakan secara online," katanya.



Perlu diketahui, jumlah pelaku UMKM di Jateng saat ini mencapai 3.776.843 untuk usaha mikro, 354 usaha kecil, 39.125 usaha mikro, dan 3.358 usaha besar.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi B DPRD Jateng Sri Marnyuni mengatakan bahwa penguatan UMKM di Jateng masih perlu dukungan dari sejumlah pihak. Pasalnya, jika UMKM tumbuh berkembang dan kuat, maka tingkat kesejahteraan masyarakat akan meningkat.

"Kita berharap proses perizinan, bantuan perbankan untuk modal, dan dampingan peningkatan SDM pelaku UMKM makin dikuatkan," kata Marnyuni.

Untuk menghindari adanya praktik monopoli, kata Marnyuni, harus ada kepastian hukum. Selain itu juga pendampingan penguatan digital.



(amm)

loading...