alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Ribuan Orang Berebut Gunungan Grebeg Mulud Keraton Yogyakarta

Suharjono
Ribuan Orang Berebut Gunungan Grebeg Mulud Keraton Yogyakarta
Ribuan orang berebut gunungan Grebeg Maulud Keraton Yogyakarta di depan Masjid Gede Kauman, Minggu (10/11/2019). FOTO/DOK.HUMAS PEMPROV DIY

YOGYAKARTA - Proses berakhirnya Perayaan Sekaten ditandai dengan keluarnya tujuh gunungan dari Keraton Yogyakarta, Minggu (10/11/2019). Ribuan Warga sejak pagi menunggu munculnya gunungan yang dianggap bisa membawa berkah bagi kehidupan masyarakat tersebut.

Begitu gunungan keluar dari Masjid Gede Kauman, ribuan orang langsung menyerbunya. Teriknya matahari usai salat zuhur tidak menyurutkan semangat warga untuk mengambil berbagai hasil bumi mulai dari buah-buahan dan bahan makanan pokok.

Salah satu pengunjung asal Magelang, Nur Samsu mengaku tiba di kompleks Alun-Alun Utara sejak pagi. Dia berharap apa yang dilakukan mendapatkan berkah dalam kehidupan bersama keluarga. "Saya dapat kacang panjang dan juga mentimun tadi," ucapnya sambil mengelap keringat yang bercucuran karena berebut gunungan.



Kabag Humas Biro Umum Humas dan Protokol Pemda DIY Ditya Nanaryo Aji mengatakan, ada lima jenis gunungan dari Keraton Yogyakarta. Masing-masing Gunungan Kakung, Gunungan Estri, Gunungan Gepak, Gunungan Darat, dan Gunungan Pawuhan. Semuanya dibagikan untuk masyarakat di tiga lokasi, yakni Masjid Gede Kauman, Puro Pakualaman, dan Kepatihan. "Gunungan keluar dsri Keraton dikawal para prajurit Keraton," katanya.

Para prajurit yang mengawal gunungan dari Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X untuk masyarakatnya ini antara lain Bregada Prajurit Wirobrojo, Prajurit Daeng, Prajurit Patangpuluh, Prajurit Jogokarya, Prajurit Prawirotomo, Prajurit Ketanggung, Prajurit Mantrijero, Prajurit Nyutra, Prajurit Bugis, dan Prajurit Surokarso.

Menurutnya, grebeg sendiri menyimbolkan sedekah dan perlambang kemakmuran seorang raja yang diberikan kepada rakyatnya.

Sebelumnya, pada Sabtu (9/11/2019) malam, diadakan malam Grebeg Mulud dengan proses Kondur Gangsa atau kembalinya Gamelan Sekaten dari Pagongan Masjid Gedhe ke dalam Keraton pada pukul 23.00 WIB.



(amm)

loading...