alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Produksi Batu Bata Melimpah di Musim Kemarau Panjang

Eddie Prayitno
Produksi Batu Bata Melimpah di Musim Kemarau Panjang
Produksi Batu Bata Melimpah di Musim Kemarau Panjang. Foto/iNews/Eddie Prayitno

KENDAL - Para pembuat batu bata merah di Kendal mendapatkan berkah dan rezeki lebih banyak ketika musim kemarau panjang. Bahkan perajin meraup untung juta rupiah atau naik 30 persen. Meski harga batu bata turun, namun permintaan di musim kemarau seperti melonjak dan proses pembuatan lebih cepat karena cuaca terik.

Perajin bata merah di desa Kebonadem, kecamatan Brangsong, Kendal memproduksi bata merah memanfaatkan lahan sepanjang bantaran sungai Waridin. Sukariyah misalnya, pembuat batu bata merah ini menuturkan, pada musim kemarau, ia bisa membakar baru bata hingga empat kali. Sekali membakar hingga 25.000 batu bata.

Permintaan batu bata pun mengalami kenaikan saat musim kemarau. Pasalnya banyak pekerjaan bangunan yang membutuhkan batu bata dalam jumlah besar. Hal ini berbanding terbalik jika musim penghujan, produksi batu bata mengalami penurunan karena kendala cuaca.



Dikatakan, saat musim hujan, paling lima bulan sekali, baru bisa membakar bata merah. Sukariyah mengakui, harga batu bata saat musim kemarau dan musim hujan berbeda. "Jika musim kemarau harganya turun, sedangkan saat misim hujan harga melonjak," terang Sukariyah.

Hal senada juga di sampaikan Jasman, pengusaha pembuat bata merah yang mempunyai tiga lokasi pembuatan bata merah. Untuk saat ini, harga batu bata per 1.000 biji seharga Rp470.000. Sedangkan pada musim hujan harga bata merah di tempat per 1.000 dijual Rp500.000.

Keuntunganya, pembuat bata merah pada musim kemarau bisa membakar dua bulan sekali. "Namun jika musim hujan lima bulan sekali, sehingga untuk perputaran uang lebih untung pada musim kemarau," terang Jasman.

Dia menambahkan, proses pembuatan bata merah pada musim kemarau, mulai dari membuat adonan hingga membakar bata merah membutuhkan waktu sekitar satu setengah bulan. Sebab proses pengeringan hanya butuh waktu satu pekan. Sedangkan untuk membakar bata merah butuh waktu empat pekan, itupun tergantung banyak sedikitnya bata merah yang dibakar.



(mif)

loading...