alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Gandeng Muhammadiyah, Kemenkes Luncurkan Kampus Sehat di UMY

Priyo Setyawan
Gandeng Muhammadiyah, Kemenkes Luncurkan Kampus Sehat di UMY
Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Anung Sugihantono (kiri) dan Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammdiyah Lincolin Arsyad menunjukkan MoU Kampus Sehat di UMY, Sabtu (2/11/2019). FOTO/SINDOnews/Priyo Setyawan

YOGYAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan PP Muhammadiyah menjalin kerja sama menggulirkan program Kampus Sehat di Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiah (PTMA). Program ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan mencegah terjadinya penyakit tidak menular (PTM) melalui perguruan tinggi.

Kerja sama ditandai dengan penandatanganan MoU yang dilakukan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Anung Sugihantono dan dan Ketua Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammdiyah Lincolin Arsyad di Universitas Muhammdiyah Yogyakarta (UMY), Sabtu (2/11/2019). UMY menjadi perguruan tinggi swasta (PTS) dan PTMA pertama di Indonesia yang meluncurkan program kampus sehat.

Anung Sugihantono mengatakan, program Kampus Sehat penting dilakukan karena saat ini telah terjadi pergeseran pola penyakit. Penyakit tidak menular (PTM) meningkat signifikan dan menjadi penyebab utama kematian di Indonesia. Sementara penyakit menular (PM), seperti HIV/AIDS, TBC, Malaria dan
DBD belum teratasi.



"PTM di kalangan usia muda cukup tinggi, terbukti untuk hipertensi yang usianya 18 tahun ke atas 33,7% dan diabetes 11,7%. Sepertiga dari jumlah penderita PTM tidak sadar memiliki penyakit itu," kata Anung usai peluncuran program kampus sehat di UMY, Sabtu (2/11/2019).

Untuk itu, melalui kerja sama ini, civitas akademik harus mengenali dan mengecek kesehatan secara rutin serta menjaga gaya hidup (olahraga dan mengontrol pola makan). Apalagi gejala-gejala PTM, seperti hipertensi dan diabetes juga ada perubahan. Hipertensi tidak lagi ditandai dengan pegel,leher kaku dan pusing dan diabetes, tidak lagi sering kencing, mudah haus, lapar serta berat badan tidak naik.

"Di Indonesia sekarang baru ada empat perguruan tinggi yang memiliki program kampus sehat. Selain UMY, tiga perguruan tinggi lainnya, yakni UI, UNS, dan Universitas Andalas," katanya.

Menurut Anung, sebenarnya perguruan tinggi telah menerapkan konsep Kampus Sehat. Sebagai tindak lanjut, secara teknis Dinas Kesehatan (Dinkes) akan melakukan pendampingan dalam mewujudkan Kampus Sehat.

Sementara Lincons Arsyad menambahkan, program Kampus Sehat ini nantinya diterapkan di semua PTMA. Jumlah PTMA saat ini 166 perguruan tinggi. Terdiri dari 55 universitas, dan sisanya sekolah tinggi serta akademik. Target jangkat pendek, PTMA akan menerapkan Kampus Sehat di UMY dan akan didesiminasikan ke PTMA. "alam waktu dekat kami akan menyosialisasikan program Kampus Sehat ke PTMA," katanya.

Menurut Lincons, ada dua komponen penting dalam Kampus Sehat, yaitu yang berkaitan dengan fisik dan perilaku. Secara fisik harus ada sarana dan prasarana untuk aktivitas, seperti jogging, tempat olahraga, dan sanitasi yang bagus, adapun secara perilaku adalah terkait makanan dan minuman yang disajikan di kantin.

Rektor UMY, Gunawan Budianto mengatakan, untuk mendukung program Kampus Sehat, di antaranya dengan melaksanakan kampus hijau, mengurangi sampah plastik dan halalal thoyiban. Untuk mengurangi sampah plastik antara lain dengan memakai thumbler dan lunch box. Untuk itu dalam peluncuran Kampus Sehat, dibagikan 300 thumbler dan lunch box. Civitas akademik UMY yang makan di kantin jika membawa thumbler dan lunch box akan mendapat diskon 15%.



(amm)

loading...