alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Menjelang Musim Penghujan, Warga Solo Diminta Waspada Angin Kencang

Ary Wahyu Wibowo
Menjelang Musim Penghujan, Warga Solo Diminta Waspada Angin Kencang
Petugas gabungan dari Pemkot Solo saat melakukan perampingan pohon di pinggir jalan raya beberapa waktu lalu. FOTO: SIDNOnews/Ary Wahyu Wibowo

SOLO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solo meminta warga mewaspadai potensi hujan lebat disertai angin kencang menjelang peralihan musim kemarau ke musim penghujan. Musim penghujan diprediksi dimulai pertengahan November.

“Tapi sifatnya masih temporer dan dimungkinkan lebih banyak disertai angin,” kata Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Solo Eko Prajudhy Noor Aly, Rabu (30/10/2019). Masa transisi antara musim kemarau ke musim hujan biasanya disertai hujan lebat dan angin kencang. Sehingga diharapkan warga mengantisipasi berbagai kemungkinan.

Kesiapsiagaan warga, bisa diwujudkan dengan mengawasi lingkungan sekitar. Mulai kondisi selokan atau saluran air, pohon besar dan rimbun, hingga pohon yang berpotensi tumbang. Saat ini hampir setiap kelurahan di Solo memiliki sukarelawan bencana. Bahkan 14 kelurahan diantaranya sudah dinyatakan sebagai kelurahan tangguh bencana. Fungsi sukarelawan sangat penting dalam penanganan pertama pasca bencana.



Minimal bisa melaporkan dan menganalisis kebutuhan awal. Sehingga proses evakuasi bisa lebih tepat sasaran. Bagi masyarakat yang butuh penanganan pohon, dipersilahkan menghubungi BPBD atau Dinas Lingkungan Hidup, Petugas siap membantu untuk perampingan pohon yang dinilai
rawan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Solo Sri Wardhani Poerbowidjojo mengatakan, pohon rawan tumbang di sejumlah ruas jalan utama mulai diinventarisasi. Di antaranya di Jalan Adisucipto, mulai dari Tugu Makhuta hingga simpang empat Fajar Indah. Hasilnya sepuluh pohon dinyatakan wajib mendapat penanganan.

Pemangkasan ranting dan dahan pohon juga dilakukan DLH secara berkala. Tujuannya agar mengurangi potensi dahan patah atau tumbang.



(nun)

loading...