alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Protes Bau Tak Sedap dari PT RUM, Warga Nguter Sukoharjo Pukul Kentongan

Ary Wahyu Wibowo
Protes Bau Tak Sedap dari PT RUM, Warga Nguter Sukoharjo Pukul Kentongan
Warga Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo memprotes bau tak sedap yang diduga dari PT RUM pada Januari 2019 lalu. FOTO/ILUSTRASI/SINDOnews/ARY WAHYU WIBOWO

SUKOHARJO - Warga yang tinggal di sekitar PT Rayon Utama Makmur (RUM), Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo kembali mengeluhkan bau tak sedap, Senin (28/10/2019) sore. Warga bahkan sampai memukul kentongan sebagai bentuk reaksi terhadap bau yang diduga berasal dari pabrik produsen serat rayon tersebut.

"Baunya muncul sekitar pukul 16.00 WIB, warga kemudian memukul kentongan," kata Sriyadi, warga Dusun Ngrapah, Desa Celep, Kecamatan Nguter yang lokasinya tak jauh dari PT RUM saat dihubungi SINDOnews, Senin (28/10/2019).

Saat malam, bau berkurang karena diperkirakan ada perubahan arah angin. Bau tak sedap juga sempat muncul pada akhir pekan lalu. Bahkan kala itu, sekitar 100 warga yang tinggal di seputar PT RUM sempat mengungsi ke Rumah Dinas (Rumdin) Bupati Sukoharjo pada Jumat (25/10/2019) malam. Mereka menggelar tikar di depan rumah dinas Bupati.



Aksi ini kemudian langsung ditindaklanjuti pemkab setempat dengan melayangkan surat ke PT RUM. Dalam surat yang ditandatangani Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo Agus Santosa, meminta PT RUM mengurangi volume produksi.

Warga meminta agar manajemen PT RUM membenahi pengelolaan limbah udara hingga tuntas. Sehingga warga tak lagi menghirup bau tak sedap yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Dikonfirmasi SINDOnews secara terpisah, Humas PT RUM Bintoro Dibyoseputro meminta maaf kepada warga atas ketidaknyaman akibat bau yang ditimbulkan. "Ada perbaikan yang harus memaksa membuka pipa. Pipanya itu yang mengakibatkan emisi gas H²S," kata Bintoro.

Perbaikan terdahulu, lanjutnya, dibuka lama hingga satu hari penuh dan akibatnya parah. Sedangkan saat ini diatasi dengan cara satu hari mengerjakan satu jam selesai. Begitu terus pada hari-hari berikutnya.

Penumpukan gas yang terbuang disebabkan karena cuaca panas yang sangat ekstrem, dan angin pelan kecepatannya. Akibatnya, konsentrasi gas hanya berputar-putar di sekitar pabrik dan tak bisa langsung hilang kena angin.



(amm)

loading...