alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Gunungkidul Kekeringan, Anggaran untuk Bantuan Air Bersih Menipis

INews.id
Gunungkidul Kekeringan, Anggaran untuk Bantuan Air Bersih Menipis
Warga mendapatkan distribusi air bersih bantuan dari pemerintah daerah. (Foto: Dok iNews).

GUNUNGKIDUL - Setiap tahun wilayah Gunungkidul mengalami bencana kekeringan. Saat ini sejumlah wilayah yang mengalami kekeringan juga mengalami krisis anggaran distribusi air bersih ke masyarakat. Namun banyak pihak ketiga yang siap memberikan bantuan, sehingga dapat meringankan warga.

Kepala Pelakasana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan seluruh kecamatan. Hasilnya, ada banyak pihak ketiga yang siap memberikan bantuan air bersih ke masyarakat.

"Bantuan tersebut sedikit bisa membantu warga yang kekurangan air bersih," kata Edy kepada wartawan di Kabupaten Gunungkidul, DIY, Sabtu (26/10/2019).



Selain pihak ketiga, Pemerintah Provinsi DIY juga akan memberikan bantuan tersebut. Karena itulah, BPBD belum akan mengeluarkan status darurat kekeringan meski kekeringan semakin meluas dan anggaran distribusi air menipis.

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Girisubo, Arif Yahya mengatakan, krisis air di wilayahnya semakin parah. Hal ini dikarenakan air kian sulit dicari, sehingga sumber-sumber ada diserbu oleh truk tangki pengangkut air.

Sopir tangki mengambil inisiatif mengambil air di lokasi lain, namun kondisi sama sehingga mengakibatkan penyaluran air ke masyarakat menjadi tersendat.

"Debit sumbernya makin mengecil saat kemarau, sehingga tangki yang ambil air harus antre panjang, bahkan untuk pengambilan air tidak saja mengambil sumber air dari Desa Songbanyu tetapi hingga Pracimantoro, Wonogiri,” katanya.

Sebelumnya, lima kecamatan terdampak kekeringan di Kabupaten Gunungkidul mengalami krisis anggaran distribusi air bersih ke masyarakat. Kelima kecamatan tersebut yakni, Tepus, Tanjungsari, Purwosari, Patuk, dan Paliyan.



(nun)

loading...