alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Mobil Terbang untuk Penanganan Bencana Alam Tengah Disiapkan Jepang

KORAN SINDO
Mobil Terbang untuk Penanganan Bencana Alam Tengah Disiapkan Jepang
Perusahaan NEC pamerkan mobil terbang di ajang Tokyo Motor Show 2019. IST

Untuk pertama kalinya Jepang memamerkan mobil terbang buatan mereka sendiri. Hal ini merupakan kejadian spesial di ajang Tokyo Motor Show (TMS) 2019. Adalah perusahaan elektronik, NEC yang membawa mobil terbang itu ke ajang Tokyo Motor Show 2019. Mobil terbang yang dibuat oleh NEC menggunakansistem rotor.

Jadi mobil ini tidak ubahnya seperti sebuah drone berukuran raksasa. Namun rotor yang digunakan bukanlah rotot biasa melainkan rotor terbuat dari material khusus hingga mampu menghasilkan daya angkat yang lebih baik agar kendaraan yang beratnya 148 kilogram itu bisa mengudara.

Diketahui NEC telah melakukan ujicoba purwarupa mobil terbang itu pada Agustus lalu. Dalam pengujian itu mobil terbang dari negeri matahari terbit itu sukses mengudara hingga ketinggian tiga meter. NEC mengatakan masih melakukan pengembangan di mobil terbang itu. Makanya mobil itu sama sekali tidak didedikasikan untuk mengangkut penumpang.



Mobil itu diujicoba untuk mengumpulkan semua data agar proyek lanjutan terbang mereka dapat terealisasi. Sementara pihak pemerintah Jepang diketahui akan mengelurkan peta jalan mobil terbang pada akhir tahun ini. Mereka berencana pada 2023 mobil terbang benar-benar terbang di udara Jepang. Pemerntah Jepang bahkan sudah melakukan kerjasama dengan pihak swasta guna merealisasi rencana itu.

Beberapa di antara perusahaan itu adalah All Nippon Airways (ANA), Japan Airlines, NEC dan anak perusahaan Toyota, Cartivator. Pada Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang nanti Cartivator berencana meluncurkan purwarupa mobilterbang mereka. Mobil terbang itu akan digunakan untuk menyulut api Olimpiade 2020.

“Mobil terbang diharapkan jadi solusi masalah transportasi di pulau terpencil atau area pegunungan. Kendaran ini akan sangat cocok untuk kegiatan penyelamatan saat bencana terjadi,” ujar Shinji Tokumasu, Staf Kementerian Perdagangan Jepang.



(mif)