alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Usung Ide Produk Complong, Mahasiswa UNS Juara 3 Lomba SAFIK 2019

Ary Wahyu Wibowo
Usung Ide Produk Complong, Mahasiswa UNS Juara 3 Lomba SAFIK 2019
Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia, FIB UNS Solo Fatkhul Laelah yang meraih juara 3 Lomba Esai Nasional SAFIK 2019. FOTO/DOK.HUMAS UNS

SOLO - Mahasiswa Program Studi (prodi) Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Fatkhul Laelah berhasil meraih juara 3 Lomba Esai Nasional Semarak Festival Keilmiahan (SAFIK) 2019. Juara diraih setelah bersaing dengan 9 finalis terbaik dari berbagai perguruan tinggi Indonesia di babak presentasi final.

Dalam perlombaan, ide yang diusung adalah Produk Complong Si Ngapak (Pro Coming): Upaya Peningkatan Ekonomi Kreatif Berbasis Kearifan Lokal Melalui Android Guna Mendukung Pembangunan Berkelanjutan. "Complong merupakan produk khas Kabupaten Kebumen berupa anyaman setengah jadi yang terbuat dari daun pandan," kata Fatkhul Laelah, Rabu (23/10/2019).

Saat ini, Kebumen sudah memiliki tiga kawasan sentra yang sudah diresmikan sebagai Kampung Anyaman. Tetapi dalam keberjalanannya, minat masyarakat terhadap produk ini masih rendah, khususnya di kalangan anak muda. Sehingga, dirinya tertarik untuk mengangkat kearifan lokal dari daerahnya dengan cara membantu strategi pemasarannya melalui aplikasi Pro Coming.



Aplikasi itu sederhana layaknya aplikasi penjualan pada umumnya, tapi khusus menawarkan Complong. Selain membantu dari segi strategi pemasaran, Fatkhul menawarkan inovasi pada tampilan Complong Kebumen. Jika di beberapa tempat Complong sudah dikembangkan menjadi tas, Fatkhul mencoba untuk menampilkan kekhasan Kebumen melalui hiasan atau gambar pada Complong. Seperti dengan gambar atau tulisan berupa dagelan ngapak. Lalu gambar destinasi wisata di kebumen, di antaranya pantai.

Dalam proses pembuatan gagasan ini, Fatkhul melakukan wawancara di salah satu Kampung Anyaman di Desa Grenggeng, Karanganyar, Kebumen. Berikutnya, Fatkhul pun akan mengembangkan dan merealisasikan gagasan ini melalui empat tahapan, yaitu tahap persiapan, sosialisasi, pelaksanaan dan evaluasi. Pada tahap persiapan, ia akan mengajukan ide tersebut secara resmi ke pemerintah terkait di Kebumen dan menjalin mitra.

Lalu sosialisasi secara langsung maupun melalui media sosial dengan sasaran masyarakat dan wisatawan. Sementara itu, tahap pelaksanaan akan dilakukan dengan pemberian pelatihan bagi sumberdaya manusia (SDM) yang akan tergabung.

"Kalau evaluasi akan dilakukan per tahapan. Dan meskipun saya merancang idenya sendiri, berikutnya saya akan berkolaborasi dengan teman-teman lain yang kompeten di bidang terkait," katanya.



(amm)

loading...