alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Peringati Hari Santri Nasional, ASN Batang Kenakan Sarung dan Peci

SINDOnews
Peringati Hari Santri Nasional, ASN Batang Kenakan Sarung dan Peci
ASN di Kabupaten Batang bersama santri dan perwakilan ormas Islam mengikuti upacara Hari Santri Nasional di Alun-Alun Kabupaten Batang, Selasa (21/10/2019). FOTO/DOK.HUMAS PEMKAB BATANG

BATANG - Busana Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang hari ini berbeda dari biasanya. ASN laki-laki mengenakan sarung, baju koko, dan peci, sementara ASN perempuan memakai rok hitam, atasan putih, dan kerudung putih.

Pemkab Batang sengaja mewajibkan para ASN mengenakan busana itu sebagai perayaan Hari Santri Nasional 2019, Selasa (22/10/2019). Upacara peringatan Hari Santri dilaksanakan di Alun-Alun Kabupaten diikuti oleh ASN dan ribuan santri dari organisasi kemasyarakatan (ormas) NU, Muhammadiyah, Rifaiyah, LDII, Ponpes di seluruh Kabupaten Batang.

Bertindak sebagai Pembina Upacara Bupati Wihaji. Ikut hadir dalam upacara tersebut Wakil Bupati Suyono, Komandan Kodim 0736 Batang Letkol Kav Henry RJ Napitupulu, Kapolres Batang AKBP Edi Suranta Sinulingga.



Bupati Batang Wihaji mengatakan kewajiban ASN menggunakan busana ala santri merupakan bagian dari sebuah penghormatan kita kepada santri, atas perjuangan dan mempertahankan dan membangun bangsa.

"Sudah ada surat Sekda perihal penggunaan busana ala santri untuk semua ASN di Kabupaten Batang, surat tersebut bernomor 005/1975/2019," kata Wihaji usai Upacara Hari Santri, Selasa (22/10/2019).

Ia juga mengucapkan selamat Hari Santri Nasional, semoga santri selalu menjadi tauladan di tengah-tengah masyarakat sebagai generasi Islami. Hari Santri Nasional ini merupakan penghargaan pemerintah terhadap peran para santri yang ikut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

"Sejarah mencatat para santri telah mewakafkan hidupnya untuk memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia," katanya.

Kini para santri diharapkan dapat meneladani semangat jihad cinta Tanah Air, rela berkorban untuk bangsa dan negara sebab berjuang membela Tanah Air adalah wajib. "Saya berharap kepada santri di Kabupaten Batang untuk selalu toleransi terhadap perbedaan agama, ras dan etnis, serta menolak adanya paham radikalisme dan terorisme," kata Wihaji.



(amm)

loading...