alexametrics

Mulai Siang Ini, WhatsApp Batasi Kirim Pesan Berantai Hanya Lima Kali

Muh Iqbal Marsyaf
Mulai Siang Ini, WhatsApp Batasi Kirim Pesan Berantai Hanya Lima Kali
WhatsApp mulai hari ini pukul 12.00 WIB akan membatasi pengiriman pesan berantai atau forward hanya lima kali bagi pengguna platform di Indonesia. FOTO/IST

JAKARTA - Para pengguna aplikasi WhatsApp di Indonesia mulai siang ini, pukul 12.00 WIB, tidak lagi bisa meneruskan pesan yang diterima secara terus-menerus. Jumlah forward dibatasi maksimal hanya lima kali.

Kebijakan ini merupakan hasil pertemuan antara Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) dan Vice President Public Policy and Communications WhatsApp, Victoria Grand di Kantor Kementerian Kominfo. Pembatasan pesan berantai untuk menangkal hoaks atau berita bohong, terlebih menjelang Pileg dan Pilpres 2019.
 
Pertemuan tersebut membahas langkah nyata untuk mengurangi penyebaran hoaks yang sangat cepat viral melalui aplikasi pesan instan WhatsApp.

"Upaya pengurangan penyebaran hoaks melalui WhatsApp menjadi perhatian global. World Global Influencer Leader dari empat negara melakukan pembahasan dengan pihak WhatsApp untuk mewujudkan langkah pengurangan penyebaran hoaks. Dalam pembahasan itu, Indonesia diwakili oleh Menteri Kominfo Rudiantara," kata Ferdinandus Setu, Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo dalam keterangan tertulisnya, Selasa (22/1/2019).



Disebutkannya, pembatasan jumlah forward pesan melalui WhatsApp telah dibahas sejak kuartal ketiga tahun 2018. Adapun beta test fitur tersebut sudah dilakukan sejak dua bulan terakhir. Dan berdasarkan keterangan WhatsApp, pengguna hanya dibatasi melakukan lima pengiriman pesan berantai.

"Fitur pembatasan forward pesan melalui WhatsApp akan mulai berlaku efektif pada tanggal 21 Januari 2019 waktu Los Angeles atau tanggal 22 Januari 2019, pukul 12.00 WIB," sebut Ferdinandus.

Pembatasan jumlah pesan berantai pada aplikasi Whatsapp baru berlaku untuk pengguna OS Android. Untuk IOS sedang dalam proses pengembangan.

Sebelumnya, VP Public Policy and Communication WhatsApp, Victoria Grand mengatakan, bahwa salah satu cara untuk mengurangi penyebaran pesan hoaks adalah dengan mengurangi viralitas dari pesan tersebut.

"Pertama adalah mengurangi viralitas dari pesan-pesan di WhatsApp. Perusahaan secara otomatis akan mengurangi kemungkinan viral di WhatsApp," katanya dalam temu media di Hotel Pullman, Jakarta, Senin (21/1/2019).

Meski 90% pesan di WhatsApp adalah pesan pribadi, tapi masih ada 10% pesan yang masih berupa pesan berantai.

"Fitur meneruskan pesan yang ada pada WhatsApp mulai minggu ini, melalui update terbaru di Google Play Store dan Apps Store, sudah berlaku peraturan baru di mana pengguna bisa mengirimkan pesan berantai ke lima orang," ujar Carl Woog, Head of Public Affairs Whatsapp.

Dengan adanya pembaruan fitur ini, WhatsApp menemukan penurunan perilaku pesan berantai satu akun akibat pembatasan pesan berantai di India. Penurunan pesan berantai ini merupakan salah satu cara WhatsApp menjaga integritas pemilu 2019.

Rudiantara pun mengapresiasi langkah WhatsApp untuk mengurangi penyebaran konten negatif di platform perpesanan instan tersebut.



(AMM)