alexametrics

Polisi di Jalur Pantura Waspadai Banjir Rob Akibat Supermoon

Taufik Budi
Polisi di Jalur Pantura Waspadai Banjir Rob Akibat Supermoon
Polisi tengah mengatur lalu-lintas saat terjadi banjir rob. Ilustrasi/SINDOnews.com/Ahmad Antoni

SEMARANG - Polisi di jalur Pantura Semarang Jawa Tengah mewaspadai poetnsi banjir rob dan hujan sebagai dampak fenomena supermoon. Kawasan jalur Pantura kerap menjadi langganan banjir setiap kali gelombang laut pasang terjadi.

“Sebagai pelanggan tetap banjir rob, tentu kita mewaspadai dengan fenomena (supermoon) tersebut. Kemarin-kemarin tanpa supermoon saja kita kebanjiran selama berminggu-minggu,” kata Kapolsek Genuk, Kompol Zaenul Arifin, Senin (21/1/2019).

Dia menyampaikan, biasanya banjir akibat gelombang laut pasang tak hanya melanda jalur Pantura Kaligawe Semarang. Banjir juga kerap kali masuk ke permukiman warga. Dampaknya, polisi harus bekerja ekstra melakukan pengaturan lalu-lintas agar tidak terjadi kemacetan.



“Kita bersiap, sembari berkoordinasi dengan instansi tekait jika sewaktu-waktu terjadi banjir rob. Hingga saat ini belum terlihat dampak fenomena supermoon, tapi kita tidak boleh lengah,” lugas mantan Kasatpolair Polres Demak tersebut.

Curah hujan saat ini juga masih relatif tinggi, sehingga jika terjadi gelombang laut pasang, maka ancaman banjir semakin besar. Sebab, guyuran air hujan tak bisa langsung mengalir ke laut pada saat gelombang pasang.

“Artinya jika air hujan tak bisa mengalir ke laut, maka akan tertahan dulu di daratan. Dan daerah kita di Genuk itu termasuk dataran rendah, sehingga menjadi langganan banjir, entah itu akibat hujan deras maupun rob,” pungkasnya.



(mif)