alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Seorang Senator AS Ingin Kembalikan Turki ke Program Jet Tempur F-35

Muhaimin

NEW YORK - Seorang senator Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, Lindsey Graham sedang berupaya untuk mengembalikan Turki ke program manufaktur bersama untuk jet tempur siluman F-35. Pengakuan Graham disampaikan setelah bertemu dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Ankara, yang merupakan sekutu Washington di keanggotaan NATO, didepak Amerika dari program jet tempur generasi kelima itu bulan Juli lalu. Alasannya, pemerintah Erdogan nekat membeli sistem pertahanan rudal S-400 Rusia yang selama ini ditentang Amerika.

"Kami sedang berusaha mengembalikannya ke dalam program F-35," kata Graham, yang merupakan sekutu dekat Presiden AS Donald Trump, di New York. Pernyataannya itu direkam dalam video yang di-posting di Twitter dan juga muncul di laporan media Turki.



Ankara dan Washington telah berselisih atas kenekatan Turki membeli sistem pertahanan rudal S-400 Rusia, yang oleh Amerika Serikat dianggap tidak kompatibel dengan sistem pertahanan NATO dan menimbulkan ancaman bagi jet-jet tempur F-35 Lockheed Martin Corp.

Washington mengeluarkan Turki dari program F-35 setelah Turki menerima pengiriman peralatan S-400 pada Juli. Ankara juga berniat membeli beberapa jet tempur canggih dari negara lain jika benar-benar tidak bisa memperoleh jet tempur termahal Lockheed Martin tersebut.

Media Turki, dalam laporannya yang dikutip Reuters, Senin (23/9/2019), mengatakan Graham bertemu Erdogan di New York menjelang sidang Majelis Umum PBB.

Dalam video itu, Graham mengatakan dia dan Erdogan membahas kemungkinan perjanjian perdagangan bebas. "Turki adalah sekutu yang sangat penting, tidak hanya ketika datang ke Suriah tetapi untuk seluruh wilayah," katanya kepada wartawan.

Erdogan dijadwalkan bertemu Trump di New York minggu ini.

Dalam sebuah wawancara awal bulan ini, Erdogan mengatakan kepada Reuters bahwa dia akan membahas pembelian sistem pertahanan rudal Patriot AS dengan Trump. Dia mengklaim, ikatan pribadinya dengan pemimpin AS dapat mengatasi krisis yang disebabkan oleh pembelian S-400.

Kantor berita milik negara Turki, Anadolu, melaporkan bahwa Trump dan Erdogan mengadakan panggilan telepon pada hari Minggu di mana mereka membahas hubungan bilateral dan masalah regional.



(mif)