alexametrics

Ingin Turunkan Berat Badan Sejak 5 Tahun Terakhir

Ary Wahyu Wibowo
Ingin Turunkan Berat Badan Sejak 5 Tahun Terakhir
Almarhum Oentung Putro Setiono. FOTO/SINDOnews/Ary Wahyu Wibowo

SOLO - Jenazah Oentung Putro Setiono, salah satu peserta Surabaya Marathon 2019 yang meninggal dunia telah dibawa ke Solo dan disemayamkan di Rumah Duka Thiong Ting. Jenazah akan diperabukan Kamis (8/8) besok menuju Krematorium Delingan Karanganyar sekitar pukul 10.00 WIB.

Kepergian mantan atlet Judo nasional itu meninggalkan satu istri, Chatief Limar Andjani serta dua orang anak, Philipus Patrick Setiono dan Bernadette Vanessa Setiono. Meninggalnya Oentung Putro Setiono di usia ke 56 saat mengikuti perlombaan membuat kaget keluarga besarnya. Selama ini, mantan atlet Judo nasional itu tidak pernah mengeluhkan sakit apapun.

“Tidak ada riwayat penyakit jantung. Paling asam urat saja,” kata Andre Putro Setiono, kakak kandung Oentung Putro Setiono didampingi Philipus Patrick Setiono dan Bernadette Vanessa Setiono saat ditemui di Rumah Duka Thiong Ting, Solo, Selasa (6/8/2019).  (Baca juga: Musibah Peserta Surabaya Marathon 2019 Menjadi Tanggung Jawab Panitia)



Philipus Patrick Setiono melanjutkan, sekitar lima tahun terakhir papanya merasa kegemukan ingin menurunkan berat badan. Sebab ketika masih menjadi atlet judo, tubuhnya sangat sehat dengan berat badan yang ideal. Sehingga, sejumlah kegiatan olahraga mulai dilakukan. Seperti lari, bersepeda, dan Muathai.

“Sudah sering ikut lomba lari di berbagai kota. 5 K dan 10 K sudah biasa,” ungkap Philipus. Ketika mengikuti Surabaya Marathon, pihak keluarga sudah merasa biasa. Sehingga keluarga merasa kaget saat pertama kali mendapat khabar duka tersebut.

Selama menjadi atlet Judo, Oentung Putro Setiono pernah menjadi juara di Sea Games dan Asian Games di era tahun 1990an. “Sea Games terakhir di Manila dan Asian Games di Beijing,” timpal Andre. Sehingga predikat legenda atlet Judo Indonesia juga disematkan kepadanya. Saat mengikuti Surabaya Marathon 2019 pada Minggu (4/8), Oentung Putro bersama rekan rekan kerjanya di Sinarmas Land. Mereka ada yang mengikuti lomba lari 5 K atau 10 K. Selain itu, juga ada rekan rekannya semasa sekolah di Solo dulu.

Oentung Putro Setiono berangkat dari rumahnya di Jalan Janur Hijau XII Blok TQ 1 No.16 Kelapa Gading Permai, Jakarta utara pada Kamis (1/8) lalu.

Sebelum ke Surabaya, Oentung terlebih dahulu ke Dieng, dan mampir ke Solo untuk menjenguk orangtua. Malam sebelum perlombaan, ia pamit sekitar pukul 21.00 WIB untuk istirahat karena pagi harinya akan mengikuti lomba. Dari keluarga saat itu juga tidak ada yang mengikuti karena biasanya saat mengikuti lomba lari selalu bersama teman temannya. Oentung Putro Setiono berasal dari Solo dan dulunya tinggal di Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon. Ia mulai pindah ke Jakarta ketika menginjak kelas 1 SMA.

Sebab kala itu, ia mulai mengikuti training center atlet Judo jangka panjang di Ciloto. Sehingga sekolahnya yang semula di SMA Warga Solo, kemudian pindah ke SMA di daerah Cimacan, di Cipanas, Cianjur. Sebab TC judo nasional jangka panjang berada di kawasan Ciloto. Sementara untuk SD dan SMP sekolahnya di Solo. Yakni SD Kanisius Solo, dan SMP Warga Solo. Setelah selesai TC, Oentung kemudian menetap di Jakarta dan kuliah di Universitas Taruma Negara.

Bagi anak anaknya, salah satu pelajaran hidup yang selalu ditanamkan adalah Oentung adalah tidak boleh menyerah. “Papa selalu mengajarkan semua coba dulu. Kalau suka lanjutin. Kalau nggak suka tinggalin. Jangan pernah bilang nggak suka kalau belum pernah mencoba,” kenang Philipus Patrick.

Semasa hidup, ayahnya menyukai traveling, kuliner dan adventure. Ia senang mendatangi tempat tempat yang unik dan menjelajahi hingga ke dalamnya. “Daripada nginap di hotel, lebih suka tidur di tenda,” tambahnya.

Head of Media Relation & Internal Communication, Coorporate Communication Sinarmas Land, Ahmad Soemawisastra mengungkapkan, sosok Oentung merupakan orang yang sangat baik. “Dia langsung turun tangan jika ada temannya yang kesulitan. Jam berapapun tetap bantu,” ungkap Ahmad Soemawisastra yang merupakan rekan kerja Oentung di Sinarmas Land.

Semasa bekerja di Sinarmas Land yang merupakan perusahaan properti, Oentung menjadi koordinator pembebasan tanah. Ketika sudah bekerja, Oentung dulu tetap mengikuti pelatnas. Perusahaan sangat memberikan dukungan dan memberi izin karena untuk kepentingan negara.



(nun)