alexametrics

Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 1.250 Meter ke Kali Gendol

Abdul Malik Mubarok
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 1.250 Meter ke Kali Gendol
Gunung Merapi mengeluarkan awan panas guguran dengan jarak luncur sejauh 1.250 meter ke arah hulu Kali Gendol, Kamis (28/3/2019). FOTO/BPPTKG

JAKARTA - Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah kembali mengeluarkan awan panas guguran, Kamis (28/3/2019) pukul 06.34 dalam durasi 124,56 detik. Jarak luncuran awan panas tercatat sejauh 1.250 meter ke arah hulu Kali Gendol.

"Awanpanas guguran G. #Merapi terjadi pada tanggal 28/03/2019 pukul 06.34 WIB, durasi 124.56 detik, jarak luncur 1250 m ke arah hulu kali Gendol," tulisn Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melalui akun resminya di Twitter, Kamis (28/3/2019).

Menurut BBPTKG, sepanjang pengamatan periode Rabu (27/3/2019) pukul 18.00 hingga Kamis (28/3/2019) pukul 06.00 WIB tidak ada guguran lava yang terpantau secara visual. Namun begitu, dari pukul 00.00-06.00 WIB, BPPTKG merekam empat kali gempa guguran dengan amplitudo 2-8 mm selama 20,6-50,9 detik, serta satu kali gempa fase banyak dengan amplitudo 14 mm selama 12,9 detik.



Hal ini berbeda dari periode sepanjang Rabu (27/3/2019) yang terjadi guguran lava sebanyak 10 kali dengan jarak luncur 900 meter ke arah Kali Gendol. Awan panas guguran juga teratami keluar sekali dengan jarak luncur sejauh 1.500 meter ke arah tenggara. (Baca juga: Pagi ini Merapi Luncurkan Wedus Gembel Sejauh 1,5 Km)

"Asap solfatara warna putih, intensitas sedang dengan ketinggian 50 meter di atas puncak Merapi," tulis BPPTKG.

Hingga saat ini, BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level II atau Waspada. Untuk sementara tidak merekomendasikan kegiatan pendakian kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana.

BPPTKG mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi. Warga yang tinggal di kawasan alur Kali Gendol jug harus meningkatkan kewaspadaan.

Selain itu, warga diminta tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah. Bisa juga dengan menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi atau kantor BPPTKG atau melalui media sosial BPPTKG.





(AMM)