alexametrics

Dari Pagi hingga Siang, Gunung Merapi 2 Kali Luncurkan Awan Panas

suharjono,
Dari Pagi hingga Siang, Gunung Merapi 2 Kali Luncurkan Awan Panas
Sepanjang pagi hingga siang hari ini, puncak Gunung Merapi tercatat dua kali mengeluarkan awan panas guguran. FOTO/TWITTER/@BPPTKG

YOGYAKARTA - Aktivitas vulkanik kembali ditunjukkan Gunung Merapi. Sepanjang pagi hingga siang hari ini, puncak Merapi tercatat dua kali mengeluarkan awan panas guguran.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida mengatakan, awan panas guguran terjadi pada pukul 08.16 WIB selama 105 detik. "Namun karena cuaca berkabut tidak terlihat secara visual dari CCTV. Namun kami pastikan terjadi awan panas guguran," katanya kepada SINDOnews, Minggu (17/3/2019).

Dijelaskan, setelah awan panas guguran yang terjadi pagi tadi, sekitar pukul 11.59 WIB, kembali terjadi awan panas guguran. Namun demikian durasi awan panas lebih pendek yang hanya berkisar selama 30 detik. "Guguran awan panas juga tidak teramat karena cuaca berkabut," ujarnya. (Baca juga: Lagi, Merapi Luncurkan 7 Kali Lava Pijar Sejauh 1 Km)



Hanik menambahkan, aktivitas Gunung Merapi saat ini masih belum membahayakan aktivitas warga sekitar Merapi. Hanya patut diwaspadai bahaya lahar apabila terjadi hujan lebat di puncak Merapi dan berlangsung lama.

"Selain itu juga kemungkinan hujan abu sehingga warga perlu menyiapkan masker sewaktu-waktu terjadi hujan abu," katanya.

Sepanjang pagi hingga siang hari di puncak Merapi, cuaca berawan, mendung, dan hujan. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur dan Tenggara dengan suhu udara 18.6-24 °C, kelembaban udara 47-85%, dan tekanan udara 858-946 mmHg. Volume curah hujan 11 mm per hari.

BPPTKG juga merekomendasikan Kegiatan pendakian Gunung Merapi untuk sementara tidak diperbolehkan kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana. Radius 3 km dari puncak Merapi agar dikosongkan dari aktivitas penduduk. (Baca juga: Lagi, Merapi Semburkan Awan Panas Jarak Luncur 1,5 Km)

Berhubung sudah terjadi beberapa kali awan panas guguran yang jarak luncurnya semakin jauh, masyarakat yang tinggal di alur Kali Gendol diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas Merapi. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di sekitar puncak Merapi. Jika terjadi perubahan aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.



(AMM)