alexametrics

Lab Pemeriksaan Covid-19 di RS UNS Ditargetkan Mulai Pekan Depan

Ary Wahyu Wibowo
Lab Pemeriksaan Covid-19 di RS UNS Ditargetkan Mulai Pekan Depan
FOTO /Ilustrasi : SINDOnews

SOLO - Rumah Sakit (RS) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo terus mempersiapkan diri setelah ditunjuk sebagai laboratorium pemeriksa Covid-19 dari Kementerian Kesehatan. Ditargetkan, mulai pekan depan pemeriksaan sudah mulai bisa berjalan.

Juru bicara Satgas Covid-19 RS UNS Solo, dr Tonang Dwi Ardyanto Sp.PK Ph.D mengatakan, pihaknya sudah mendapat surat surat keputusan (SK) dari Menteri Kesehatan untuk menjadi lab pemeriksaan Covid-19. “Begitu menerima SK tersebut kami melakukan beberapa persiapan, terutama standarnya minimal harus safety level 2,” kata Tonang Dwi Ardyanto, Rabu (8/4/2020).

Selain standar lab dengan level keselamatan biologi minimal level dua, kelengkapan alat juga harus disimpan pada biosafety cabinet minimal level 2A. Selain itu ada beberapa tambahan lainnya yang lebih terperinci. “Kami sudah dapat kiriman reagen, kami lakukan dulu optimasi,” terangnya. Artinya, bagaimana agar alat bekerja dengan optimal.



Sebab berbeda alat maka berbeda reagen, beda perlakuan. Pihaknya menargetkan paling lambat pekan depan sudah dimulai. RS UNS Solo sebenarnya telah memiliki satu set alat lama. Alat akan dipergunakan dulu sembari menunggu datangnya set alat alat yang baru. Kiriman reagen dari Badan Penelitian, dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) tiba beberapa hari lalu.

Jika semuanya telah siap, maka RS UNS akan melayani spesimen. “Rencananya kami ditugaskan untuk wilayah eks Karisidenan Surakarta untuk pemeriksaan Covid-19,” urainya. Lab PCR RS UNS berada di bawah koordinasi Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta.

Diungkapkannya, pengambilan swab lendir tenggorok atau hidung tidak membutuhkan waktu lama. Sedangkan hasil pemeriksaan membutuhkan waktu sekitar 5-6 jam untuk kondisi normal. Untuk menyebut hasil tes positif, maka hanya perlu sekali mengecek sampel. Namun ketika hasil yang muncul negatif atau abu abu, laboratorium harus berhati hati karena implikasinya sangat besar.

Untuk memastikan hasilnya negatif, diperlukan pengulangan guna memastikan sehingga waktunya lebih lama. Mengenai stok reagen akan dikirim susul menyusul menyesuaikan kapasitas laboratorium. Hal itu menyangkut stabilitas kandungan enzim dalam reagen yang terkait validitas hasil tes. Sebab jika terlalu lama disimpan, maka reagen menjadi hilang kemampuannya.

Direktur RS UNS Solo Prof Hartono mengatakan, pihaknya menargetkan persiapan operasional laboratorium ini bisa selesai pada Minggu ini dan sesegera mungkin beroperasi. “Persiapan SDM (sumberdaya manusia) sudah hampir selesai,” ungkap Hartono. Tim pelaksana sudah dimagangkan di Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Yogyakarta.

RS UNS Solo juga telah merekrut 10 dokter baru untuk mengikuti pelatihan pelaksanaan swab yang akan dibimbing oleh Dokter Spesialis THT-KL RS UNS, serta 9 analis kesehatan, dan para peneliti dari Fakultas Kedokteran (FK) UNS agar kapasitas Laboratorium RS UNS memadai. Minimal wilayah Karesidenan Surakarta.



(nun)