alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Pengantin di Purbalingga Kenakan Jas Hujan saat Ijab Kabul

INews.id

PURBALINGGA - Keinginan mengikat janji yang sudah menggebu membuat pasangan di Kabupaten Purbalingga tetap melangsungkan pernikahan di tengah pandemi virus corona jenis baru, Covid-19. Untuk meminimalisir risiko terkena virus asal Wuhan, China ini, pengantin bahkan rela mengenakan jasa hujan saat ijab kabul.

Dalam suasana local lockdown, akad nikah pasangan Ryan Andhika dan Tiwi warga Dusun Bawahan, Desa Gunung Wuled, Kecamatan Rembang, Purbalingga tetap digelar. Uniknya, tidak ada baju pengantin dan tamu undangan. Keduanya hanya mengunakan pakaian biasa yang dilapisi mantel plastik sebagai alat pelindung diri. Begitu juga dengan orangtua dan petugas pencatat nikah.

"Kalau resepsi itukan bisa ditunda. Yang penting kita ijab kabul dulu sah dan lancar," ujar penganti pria Ryan.



Dari pantaun iNews, akad nikah digelar di halaman kantor Desa Gunung Wuled. Acara akad nikah terpaksa digelar karena sudah direncanakan jauh sebelum wabah virus corona (Covid-19) datang mengacau. Para tamu yang hadir pun harus menjaga jarak satu dengan yang lain.

Kepala Desa Gunung Wuled Nasirudin Latif mengatakan, wilayahnya sedang mengambil langkah local lockdown. Hal ini dilakukan setelah satu pemudik dari Jakarta diketahui positif Covid-19.

"Karena asas kemanusiaan, mereka juga sudah mengurus pernikahan jauh-jauh hari. Saya pilih lockdown karena orang ada yang positif dari Jakarta," ujarnya.

Dijelaskan, pasien Covid-19 tersebut selama lima hari telah berinteraksi dengan 91 orang warga kampung. Hal tersebut akhirnya membuat pemerintah desa mengambil langkah local lockdown.

"Setelah kita tracing ternyata ada 91 warga yang kontak langsung dengan dia. Karena kami enggak mau ambil risiko. Saya ambil kebijakan ini semua," ucapnya.



(amm)